Helsingborg, Pena-Rakyat.com – Ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar sebuah penampilan.
Dari Ambon, dari Timur Indonesia, Hotumese bertumbuh—melewati tantangan, menyeberangi lautan, dan kini berdiri di panggung dunia.
Dengan Uptown Funk, mereka tidak hanya membawa suara. Mereka membawa keramahan Indonesia: percaya diri, terbuka, penuh sukacita, dan menawarkan persahabatan kepada siapa pun yang mendengarkan.
Dari Ambon, UNESCO City of Music, musik menjadi bahasa yang tidak membutuhkan terjemahan.
Ritme menjadi sapaan, Senyum menjadi jembatan, Suara yang berbeda bertemu dalam satu harmoni.
Dan mungkin inilah makna terdalam dari World Choir Games: bukan membuat semua suara menjadi sama, tetapi mempertemukan suara-suara yang berbeda agar dapat bernyanyi bersama.
Seperti pesan Paus Leo XIV kepada kaum muda: “Friendship can truly change the world. Friendship is a path to peace.”
Persahabatan sungguh dapat mengubah dunia. Persahabatan adalah jalan menuju perdamaian.
Hari ini, anak-anak muda Ambon memilih menyapa dunia bukan dengan kata-kata panjang di Helsingborg, Swedia pada Kamis (13/08/2026) di ajang World Choir Games 2026 kategori C17 Pop Choirs.
Mereka menyapa dengan musik. Dari timur Indonesia, mereka membawa suara Maluku ke panggung dunia.
Setiap nada yang dinyanyikan menjadi bagian dari cerita tentang Maluku, tentang Ambon, dan tentang Indonesia yang kaya akan keberagaman, namun tetap berdiri dalam satu harmoni.
Hotumese choir membuktikan bahwa musik bukan hanya soal kompetisi dan penampilan. Musik juga dapat jadi ruang perjumpaan, membangun persahabatan antar negara, sekaligus perkenalkan wajah Indonesia yang ramah.
Dari Maluku, Untuk Indonesia, Untuk dunia, Hotumese Choir.









