Ambon, Pena-Rakyat.com – Penanganan bencana di Kota Ambon tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat respons terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Hal tersebut ditegaskan Plt. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Ambon Novita Berhitu.,S.STP.,M.Han saat diwawancarai langsung di Kantor Negeri Batu Merah, Senin (21/09/2026).
Novita mengatakan, BPBD Kota Ambon terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak melalui konsep pentahelix, termasuk dengan sektor swasta seperti PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Wayame.
Menurutnya, kerja sama BPBD dengan Pertamina dalam penanganan kondisi darurat bukan baru dilakukan tahun ini. Kolaborasi tersebut telah berlangsung beberapa kali pada tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana.
“Tahun ini karena didominasi oleh kebakaran, yaitu kebakaran hutan dan permukiman, Pertamina memberikan bantuan berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD,” jelas Novita.
Ia menjelaskan, hasil kaji cepat BPBD menjadi dasar dalam menentukan masyarakat yang benar-benar terdampak dan membutuhkan bantuan tanggap darurat.
Dari hasil pendataan tersebut, terdapat 37 kepala keluarga (KK) yang menerima bantuan tanggap darurat dari Pertamina.
Bantuan yang diberikan meliputi sembako, kompor gas, tabung gas, serta satu unit generator untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Manajer PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Wayame bersama tim. Setelah diterima Pemerintah Kota Ambon, bantuan kemudian disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak melalui pemerintah setempat.
Novita menegaskan, keterlibatan Pertamina menjadi bukti bahwa penanganan bencana dapat diperkuat melalui sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Kolaborasinya sudah bukan baru kali ini, tetapi sudah berkali-kali. Ini salah satu bukti bahwa mitra penanganan darurat bukan cuma pemerintah, tetapi ada juga kolaborasi atau campur tangan dari pihak swasta melalui CSR Pertamina,” ujarnya.
Menurut Novita, keterlibatan sektor swasta sangat dibutuhkan karena penanganan bencana membutuhkan dukungan berbagai unsur, terutama ketika masyarakat membutuhkan bantuan secara cepat pada masa tanggap darurat.
“Urusan bencana itu sebenarnya bukan cuma urusan pemerintah, tetapi juga merupakan urusan swasta. Ini sudah dilakukan melalui jalinan kerja sama BPBD dengan Pertamina,” tegasnya.
BPBD Kota Ambon berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga setiap terjadi bencana, proses kaji cepat, penyaluran bantuan, hingga pemulihan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Bagi BPBD, keterlibatan dunia usaha melalui CSR bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam menghadapi dan menangani dampak bencana di Kota Ambon.








