Ambon, Pena-Rakyat.com – Kekhawatiran mulai dirasakan masyarakat Kota Ambon yang bekerja di kawasan Bandara Pattimura. Sejumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara tersebut dikabarkan mulai membuka lowongan kerja dan merekrut tenaga kerja dari luar daerah, sehingga memicu keresahan di kalangan pekerja lokal yang khawatir kehilangan pekerjaan hingga terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Ambon William Mairuhu, mendesak seluruh maskapai penerbangan agar memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam setiap proses rekrutmen maupun kebijakan ketenagakerjaan.
Menurutnya, keberadaan perusahaan di suatu daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, termasuk membuka kesempatan kerja bagi putra-putri daerah yang memiliki kompetensi.
“Jangan sampai masyarakat Ambon hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Selama tenaga kerja lokal memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan, mereka harus menjadi prioritas untuk direkrut maupun dipertahankan,” tegas William, kepada Wartawan di Gedung DPRD Kota Ambon, Kamis (30/07/2026).
Ia menilai perekrutan tenaga kerja dari luar daerah tanpa mempertimbangkan keberadaan pekerja lokal berpotensi menimbulkan persoalan sosial, terutama meningkatnya angka pengangguran di Kota Ambon.
Karena itu, William meminta Pemerintah Kota Ambon bersama instansi terkait, termasuk pengelola Bandara Pattimura, segera berkoordinasi dengan seluruh maskapai penerbangan agar kebijakan rekrutmen tenaga kerja tetap berpihak pada kepentingan masyarakat lokal.









