Ambon, Pena-Rakyat.com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena turun langsung meninjau lokasi drainase yang sebelumnya viral karena tersumbat di Lorong Tahu, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Selasa (04/08/2026).
Dalam inspeksi tersebut, Bodewin mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya rumah kos yang membuang limbah langsung ke saluran drainase tanpa memiliki septic tank (septiktank).
Kunjungan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang beredar melalui media sosial dan disampaikan langsung kepadanya.
Menurut Bodewin, pemerintah bergerak cepat dengan menginstruksikan Lurah Rijali bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) untuk membersihkan saluran tersebut.
“Hari ini saya melihat langsung hasilnya. Syukur, sejak kemarin hingga sore masyarakat bersama pemerintah sudah bergotong royong membersihkan drainase dan sekarang kondisinya sudah bersih,” kata Bodewin kepada wartawan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Lurah Rijali, Kepala DLHP, serta seluruh warga yang terlibat dalam aksi pembersihan. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan serupa akan terus berulang apabila masyarakat masih membuang sampah ke dalam drainase.
“Kami menghimbau warga agar tidak lagi membuang sampah ke selokan atau drainase. Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Pemkot Ambon juga menemukan dua bangunan yang menjadi sumber persoalan sanitasi. Salah satunya merupakan rumah kos yang tidak memiliki septic tank sehingga limbah toilet dibuang langsung ke saluran drainase.
“Saya sudah meminta ibu lurah segera memanggil pemilik rumah kos itu. Mereka wajib membuat septic tank. Kalau tidak dipenuhi, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Sementara satu bangunan lainnya diketahui memiliki persoalan berbeda. Pemerintah akan melakukan pengecekan lebih lanjut. Bodewin menegaskan, apabila pemilik merupakan warga kurang mampu dan belum memiliki septic tank, pemerintah akan mempertimbangkan pemberian bantuan. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi usaha rumah kos.
“Kalau itu bisnis kos-kosan, tentu pemilik harus bertanggung jawab menyediakan septic tank sendiri. Jangan membebani lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Selain persoalan drainase, Bodewin juga mengajak warga menjaga keamanan, ketertiban, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur komunikasi yang baik dengan tetangga, RT, RW maupun pemerintah kelurahan.
“Kami berharap masyarakat menjaga kebersihan saluran drainase, tidak membuang sampah sembarangan, dan terus memelihara kedamaian serta kerukunan di Kota Ambon,” pungkasnya.










