Ambon, Pena-Rakyat.com – Pemerintah Kota Ambon bersama DPRD Kota Ambon sepakat menyalurkan bantuan sebesar Rp250 juta kepada masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi.
Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan, keputusan tersebut lahir dari rasa kepedulian bersama terhadap saudara-saudara di NTT sekaligus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Hal itu disampaikan Bodewin saat diwawancarai di Kantor DPRD Kota Ambon, Kamis (27/08/2026).
Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini memungkinkan Pemerintah Kota Ambon untuk turut memberikan bantuan kepada daerah yang sedang mengalami musibah.
Terlebih, sejumlah kewajiban pemerintah daerah telah diselesaikan setelah adanya relaksasi yang diberikan oleh pemerintah pusat.
“Kesepakatan kita untuk memberikan bantuan kepada saudara di NTT ini lahir dari rasa kepedulian bersama kita terhadap saudara kita di NTT, dan mempertimbangkan kemampuan keuangan kita,” ujar Bodewin.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Ambon sebelumnya telah berupaya memenuhi sejumlah kewajiban keuangan daerah. Dengan adanya relaksasi dari pemerintah pusat, pembayaran TPP ASN dan ADD telah diselesaikan.
“Syukurlah bahwa dari relaksasi yang diberikan oleh pemerintah pusat, hari ini kita sudah membayar TPP ASN lunas, ADD lunas. Jadi apa salahnya kita sedikit memberikan bantuan kepada saudara kita di NTT,” katanya.
Atas dasar tersebut, Pemerintah Kota Ambon kemudian berinisiatif bersama DPRD Kota Ambon untuk memberikan bantuan senilai Rp250 juta.
Bodewin menegaskan, bantuan tersebut bukan semata-mata mengenai besarnya nominal yang diberikan, melainkan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Ambon terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Karena itu, berinisiatif dengan DPRD Kota Ambon, kita putuskan untuk membantu Rp250 juta. Saya rasa ini bukan angka yang besar, tapi paling tidak niat kita untuk turut berpartisipasi meringankan beban saudara kita yang ditimpa bencana alam gempa bumi beberapa waktu lalu di Provinsi Nusa Tenggara Timur, beberapa kabupaten yang ada,” jelasnya.
Menurut Bodewin, Pemerintah Kota Ambon ingin menunjukkan bahwa daerah ini tidak hanya fokus pada persoalan pembangunan di dalam wilayah sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di daerah lain di Indonesia.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi.
“Ini semata-mata bentuk kepedulian kita saja. Kita juga ingin Kota Ambon turut berpartisipasi dalam berbagai hal yang terjadi di Indonesia,” ungkapnya.
Bodewin juga menyebutkan, langkah Pemerintah Kota Ambon tersebut sejalan dengan imbauan pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri yang membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk memberikan bantuan kepada daerah lain yang mengalami bencana, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan masing-masing daerah.
“Ini juga sesuai dengan imbauan edaran dari Menteri Dalam Negeri bahwa semua daerah dimungkinkan untuk memberikan bantuan, sesuaikan dengan kemampuan keuangan,” tuturnya.
Ia menegaskan, besaran bantuan Rp250 juta telah dipertimbangkan secara matang dengan melihat kondisi keuangan Kota Ambon.
Pemerintah daerah tidak ingin memberikan bantuan dalam jumlah besar yang justru dapat mengganggu kemampuan fiskal daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Ambon sendiri.
“Kita tidak memutuskan membantu miliaran rupiah. Rp250 juta itu jumlah yang bagi kami wajar bagi Kota Ambon hari ini untuk membantu,” tegas Bodewin.
Dengan bantuan tersebut, Pemerintah Kota Ambon berharap dapat ikut mengambil bagian dalam meringankan beban masyarakat di sejumlah kabupaten di NTT yang terdampak gempa.
Keputusan ini sekaligus menjadi bentuk solidaritas antara Pemerintah Kota Ambon, DPRD Kota Ambon dan masyarakat Ambon terhadap warga di daerah lain yang sedang menghadapi situasi bencana.










