Ambon, Pena-Rakyat.com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan meskipun sekitar 25.000 peserta BPJS Kesehatan dinonaktifkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bodewin saat diwawancarai di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (12/02/2026).
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat, khususnya warga kurang mampu, tetap mendapatkan akses layanan kesehatan.
“Kita semua punya tujuan yang sama untuk memastikan masyarakat Kota Ambon terjamin kesehatannya. Kepada mereka yang kurang mampu akan disubsidi oleh pemerintah,”terang Bodewin.
Berdasarkan informasi sementara, sekitar 25.000 peserta BPJS Kesehatan disebut dinonaktifkan oleh Pemerintah Provinsi. Meski demikian, Wali Kota mengaku masih menunggu data final.
Ia menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan persoalan serius, terutama bagi warga yang selama ini bergantung pada jaminan kesehatan,”pungkasnya.









