Ambon, Pena-Rakyat.com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena, mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat Kota Ambon untuk mendukung serta menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Ajakan tersebut disampaikan Bodewin saat menghadiri kegiatan “Arika Deng Sensus Ekonomi 2026” yang berlangsung di Amaris Hotel Ambon, Selasa (26/05/2026).
Walikota Ambon Saat Memberikan Sambutan Pada Acara Pembukaan Arika Dengan Sensus Ekonomi Tahun 2026
Dalam sambutannya, Walikota menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997, yang mengamanatkan penyelenggaraan sensus sekurang-kurangnya sekali dalam 10 tahun oleh BPS.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memotret secara menyeluruh kondisi perekonomian masyarakat, mulai dari jumlah pelaku usaha, jenis usaha, hingga perkembangan sektor-sektor ekonomi yang ada di Kota Ambon.
“Hasil sensus ekonomi akan menghasilkan data akurat yang menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan dan keputusan. Jika datanya keliru, maka kebijakan dan intervensi pemerintah juga akan salah arah,” tegas Wattimena.
Bodewin mengungkapkan, berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Ambon tahun 2025, sektor perdagangan masih menjadi penyumbang terbesar perekonomian daerah dengan kontribusi mencapai 21,98 persen.
Selain perdagangan besar dan eceran, sektor jasa keuangan, asuransi, industri pengolahan, jasa, serta pariwisata juga menjadi penopang utama struktur ekonomi Kota Ambon.
Ia menilai, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk melihat perkembangan ekonomi terkini, termasuk pertumbuhan industri digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
“Sekarang muncul profesi baru seperti influencer, youtuber, dan konten kreator yang memberikan kontribusi ekonomi signifikan. Ini harus dihitung dalam sensus karena menjadi bagian dari perkembangan ekonomi saat ini,” ujarnya.
Selain mendata sektor usaha, Sensus Ekonomi 2026 juga akan melakukan pencatatan data sosial keluarga, termasuk kondisi perumahan dan kepemilikan aset masyarakat. Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun program peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan.
Walikota juga menyoroti masih adanya persoalan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran akibat ketidakakuratan data di lapangan.
“Orang yang seharusnya menerima bantuan justru tidak mendapatkannya, sementara yang tidak layak malah menerima. Karena itu, data yang benar menjadi kunci keberhasilan program pemerintah,” katanya.
Ia memastikan seluruh data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan dan tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan.
Kepada para pelaku usaha, Bodewin meminta dukungan untuk memberikan data yang valid dan jujur kepada petugas sensus.
“Pemerintah Kota Ambon berkomitmen menciptakan iklim usaha yang sehat dan mendukung investasi. Karena itu, pelaku usaha juga diharapkan mendukung program pemerintah dengan memberikan data yang benar,” tandasnya.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, juga turut mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui berbagai bentuk sosialisasi, mulai dari surat edaran, video dukungan, kampanye media sosial, hingga koordinasi dengan pemerintah desa, negeri, dan kelurahan.
Mengakhiri sambutannya, Walikota menegaskan bahwa data merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah dan pengambilan kebijakan publik.
“Data yang baik adalah harta karun bagi pemerintah. Dari data yang akurat, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membangun Kota Ambon yang lebih baik,” pungkasnya.








