Seminggu kualitas udara memburuk dan berbahaya bagi usia rentan

by -0 views

Ambon, Pena-Rakyat.com – Kualitas udara di Kota Ambon, Maluku, memburuk dalam sepekan terakhir. Kondisi ini dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan di tengah kemarau panjang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon Apriez B. Gaspers, mengatakan kondisi kualitas udara saat ini sangat memprihatinkan dan tidak baik bagi kesehatan, terutama kelompok rentan.

Hasil pemantauan DLHP Kota Ambon hingga Rabu (07/10/2026) pukul 11.00 WIT, menunjukkan kadar ozon (O3) mencapai 175 mikrogram per meter kubik.

Menurut Apriez, angka tersebut menunjukkan kondisi yang tidak aman bagi kesehatan masyarakat. Sementara indikator kualitas udara lainnya masih dinilai cukup baik.

Kelompok yang paling perlu mewaspadai kondisi ini antara lain anak-anak, lansia dan ibu hamil. Mereka diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan.

“Kualitas udara di Kota Ambon akibat kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kondisi kualitas udara sangat memprihatinkan, tidak baik untuk kesehatan terutama untuk kelompok-kelompok rentan,” kata Apriez.

DLHP Kota Ambon memastikan pemantauan kualitas udara terus dilakukan dua kali sehari untuk mengetahui perkembangan kondisi udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah maupun melakukan pembakaran lahan. Asap pembakaran dapat memperburuk kualitas udara sekaligus meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi ini diperparah kemarau panjang yang dipengaruhi El Nino. Curah hujan yang rendah menyebabkan kekeringan, sementara debit air terus menurun sehingga hutan dan lahan menjadi semakin kering dan mudah terbakar.

Warga Ambon, terutama kelompok rentan, diminta lebih waspada. Kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker saat berada di luar ruangan.