Ambon, Pena-Rakyat.com – Musda ke-10 DPD II Partai Golkar Kota Ambon pada Sabtu (10/10/2026) di Swissbell hotel berlangsung resmi dengan terpilihnya Ely Toisutta yang dipilih secara aklamasi dengan dukungan mayoritas pemilik suara.
Ely menyampaikan berkomitmen memperkuat konsolidasi partai dan menargetkan peningkatan perolehan kursi hingga membentuk fraksi lengkap di DPRD Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Ely menyampaikan terima kasih atas amanat dan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menilai Musda ke-10 merupakan momentum penting untuk membangkitkan kembali kejayaan Partai Golkar di Kota Ambon.
Menurutnya, kerja keras seluruh kader dalam mengawal proses Musda bukanlah pekerjaan biasa, melainkan bagian dari upaya membangun kekuatan politik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Terima kasih atas amanat yang luar biasa ini. Saya berdiri di sini bukan karena hebat dan kuatnya saya sendiri, tetapi karena dukungan dan kepercayaan Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Ely.
Ia menegaskan, tanggung jawab memimpin partai tidak dapat dijalankan seorang diri. Dibutuhkan kerja sama, solidaritas, dan semangat gotong royong dari seluruh pengurus serta kader Partai Golkar, mulai dari tingkat kota hingga kecamatan, desa, dan kelurahan.
Menurut Ely, seluruh potensi kader harus digerakkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran Partai Golkar dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kota Ambon.
“Beta tidak bisa bekerja sendiri membawa kapal ini menuju pelabuhan kemenangan. Kapal ini harus kita layarkan bersama-sama dengan seluruh pengurus, dari tingkat kota sampai ke desa dan kelurahan,” tegasnya.
Ely juga mengajak seluruh kader untuk membangkitkan kembali semangat dan kejayaan Partai Golkar di Kota Ambon. Ia optimistis, dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, Golkar mampu menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.
“Kapal ini akan tetap berlayar meskipun dihadang badai, gelombang, dan berbagai tantangan yang tidak henti-hentinya. Hari ini kita menyaksikan bahwa kapal ini sudah saatnya berlayar menuju pelabuhan kemenangan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ely juga membacakan surat pernyataan pakta integritas sebagai bentuk komitmennya apabila dipercaya memimpin DPD II Partai Golkar Kota Ambon.
Pakta integritas itu memuat sejumlah poin penting terkait tanggung jawab kepemimpinan, penguatan organisasi, pencapaian target politik, serta kepatuhan terhadap aturan partai.
Ely menyatakan kesediaannya untuk aktif dan memberikan kontribusi positif dalam menjalankan tugas sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ambon sesuai dengan periode kepengurusan yang ditetapkan.
Ia juga berkomitmen meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan Kota Ambon, menambah jumlah kursi di DPRD Kota Ambon, serta memperkuat peluang partai dalam menghadapi pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah mendatang.
Selain target elektoral, pakta integritas tersebut mencakup komitmen membentuk struktur partai di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan secara tepat waktu dengan komposisi yang proporsional.
Ely juga menyatakan kesediaannya untuk tunduk dan patuh terhadap mekanisme organisasi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta seluruh peraturan Partai Golkar yang berlaku.
Komitmen lainnya meliputi upaya menjaga integritas dan kewibawaan partai, menaati keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, serta tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
Pakta integritas tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban moral dan organisasi dalam menjalankan kepemimpinan partai.
Melalui amanat yang diterimanya, Ely berharap seluruh kader Partai Golkar di Kota Ambon dapat memperkuat persatuan dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan organisasi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh ketua, tetapi juga oleh keterlibatan aktif seluruh pengurus dan kader dalam menjalankan program serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, Ely mengajak seluruh jajaran Partai Golkar untuk bekerja secara terstruktur, menjaga soliditas, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
Ia berharap konsolidasi organisasi melalui Musda ke-10 menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Partai Golkar di Kota Ambon, meningkatkan perolehan kursi legislatif, serta mewujudkan target fraksi yang lengkap di DPRD Kota Ambon.
Ely juga menegaskan pentingnya menjadikan Partai Golkar sebagai organisasi politik yang solid, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kota Ambon.
Disisi lain, Terkait dengan adanya aksi demo serta penolakan yang mengatakan bahwa Musda ke-10 yang berlangsung di swissbell hotel pada sabtu (10/10/2026) adalah musda yang ilegal.
Ely menanggapi aksi demonstrasi kader Golkar Kecamatan yang berlangsung ditengah dinamika Musda, termasuk tudingan bahwa dirinya menghalalkan segala cara untuk menjadi Ketua DPD Golkar Kota Ambon, Ely membantah tuduhan tersebut.
Ely mengatakan dan menegaskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 Partai Golkar Kota Ambon yang berlangsung di Swissbell Hotel legal dan sah karena telah berjalan sesuai mekanisme dan aturan organisasi.
Ely juga menyatakan sikap untuk siap menghadapi gugatan dari pihak-pihak yang tidak menerima hasil musyawarah tersebut.
Seluruh tahapan Musda telah dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), petunjuk pelaksanaan (Juklak), peraturan organisasi (PO), serta ketentuan internal partai lainnya,”tegas Ely.
“Beta kira biarkanlah dia berlalu. Karena katong sudah melalui tahapan demi tahapan sesuai aturan, baik AD/ART, juklak, PO dan sebagainya,” kata Ely kepada wartawan usai Musda ke-10 Golkar Kota Ambon Sabtu (10/10/2026) di Swissbell Hotel.
Kehadiran perwakilan DPD I Golkar Maluku dalam Musda tersebut menjadi bagian dari proses organisasi yang dijalankan secara resmi. Ia menyebut perwakilan DPD I hadir dengan mandat yang diberikan langsung oleh kepengurusan tingkat provinsi,”tuturnya.
Dinamika dan perbedaan pendapat merupakan hal lazim dalam perjalanan Golkar. Karena itu, ia meminta seluruh kader memaknai Musda sebagai bagian dari hierarki dan mekanisme organisasi, bukan sebagai alasan untuk memperbesar perpecahan internal,”akuinya.
“Perbedaan pendapat dari teman-teman kader itu hal yang sangat biasa di Partai Golkar. Mari katong memaknai Musda ini sebagai sebuah hirarki organisasi,” ujarnya.
Ely jelaskan Penunjukannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) oleh DPD I Golkar Maluku disertai tanggungjawab untuk menyelesaikan tahapan organisasi, melakukan konsolidasi, serta berkoordinasi dengan pengurus hingga tingkat kecamatan.
Seluruh tahapan tersebut telah dijalankan. Karena itu, ia mempersilakan kader yang merasa keberatan untuk menyampaikan aspirasi melalui mekanisme resmi partai,”tuturnya.
“Kalau ada kader yang merasa tidak senang atau kurang puas, silakan. Partai ini punya ruang musyawarah. Mereka bisa menggunakan hak bicara dan menyampaikan pembuktian melalui mekanisme partai,” tegasnya.
Terkait polemik status Musda yang sebelumnya disebut berlangsung pada 30 April dan dipersoalkan oleh sejumlah pihak lantaran status quo karena diskors, Ely meminta agar persoalan tersebut dikonfirmasi langsung ke DPD I Golkar Maluku.
Ely menegaskan, tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan mengenai status pelaksanaan Musda pada tanggal tersebut.
Meski mendapat penolakan dari sejumlah kader, Ely menyatakan tetap membuka ruang rekonsiliasi dan tidak menutup pintu bagi mereka yang ingin bergabung dalam kepengurusan mendatang.
Ia menilai kader yang menyampaikan keberatan atau protes lewat demo tetap menjadi bagian dari keluarga besar Partai Golkar. Perbedaan pandangan, menurutnya, tidak seharusnya menghalangi upaya membesarkan partai.
“Kalau mereka masih mau bersama-sama dengan beta, silakan. Nanti katong akan mengakomodirnya. Namanya kader, beda pendapat itu biasa,” ujarnya.
Dinamika dalam Musda merupakan bagian dari proses politik internal yang membutuhkan kebijaksanaan seorang pemimpin dalam merangkul seluruh kelompok,”tambah Ely.
Sebagai ketua terpilih, Ely mengaku terbuka untuk menyusun kepengurusan yang dapat mengakomodasi kader-kader yang bersedia bekerja bersama membangun Partai Golkar Kota Ambon.
Ely juga turut mengatakan kalau nanti ada gugatan terhadap hasil musda ke-10 partai Golkar Kota Ambon dirinya siap hadapi proses tersebut.
