Ambon, Pena-Rakyat.com – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman polusi asap ditunjukkan Pemerintah Kota Ambon melalui aksi pembagian 5.000 masker gratis di sejumlah kawasan pusat aktivitas warga, Kamis (15/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Hendrik Risakotta.,S.STP bersama staf turun langsung menemui masyarakat untuk membagikan masker. Aksi tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam merespons kondisi udara yang mulai terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan ini menyasar tiga lokasi, yakni Jalan Sultan Hairun, Jalan Aipaty, dan depan Gong Perdamaian Dunia. Di lokasi-lokasi tersebut, pembagian masker dilakukan agar masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas sehari-hari dapat memperoleh perlindungan awal dari paparan asap.
Kehadiran Hendrik bersama staf di lapangan juga menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Walikota Ambon Bodewin Wattimena, yang meminta agar pemerintah mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap kesehatan warga.
Dalam wawancara langsung di Jalan Sultan Hairun saat kegiatan berlangsung, Hendrik Risakotta menegaskan bahwa pembagian masker merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah situasi udara yang kurang baik.
Sebanyak 5.000 masker disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai upaya membantu mengurangi paparan partikel asap saat berada di luar ruangan. Meski demikian, masyarakat tetap perlu melakukan langkah perlindungan lainnya karena masker biasa tidak selalu mampu menyaring seluruh partikel halus maupun gas berbahaya yang terkandung dalam asap kebakaran.
Pemerintah mengingatkan warga agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah, terutama jika asap terlihat semakin tebal atau menimbulkan gangguan kesehatan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan orang dengan gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian lebih.
Warga yang mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan serius diimbau segera mendapatkan pemeriksaan medis. Jika kondisi memungkinkan, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi selama kualitas udara memburuk.
Selain mengantisipasi dampak polusi asap, masyarakat juga diharapkan mendukung upaya pencegahan kebakaran dengan tidak membakar sampah sembarangan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.
Melalui aksi pembagian masker ini, Pemerintah Kota Ambon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan. Sinergi antara pemerintah dan warga dinilai penting agar dampak kebakaran dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan mengutamakan keselamatan.










