Pemulihan desa adat Sade jadi perhatian pemerintah

by -3 views

 

Jakarta, Pena-Rakyat.com – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan pemulihan Desa Adat Sade, Rembitan, Lombok Tengah, menjadi perhatian pemerintah setelah kebakaran menghanguskan puluhan bangunan. Rekonstruksi akan dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga.

“Terkait dengan Kampung Sade kita sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur, saya juga sudah bicara dengan Mensesneg, tinggal bagaimana karena ada beberapa kementerian atau lembaga juga yang terlibat,” kata Fadli Zon dalam Rapat Kerja Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (02/09/2026).

Fadli menyebut rekonstruksi perlu memiliki satu pihak yang bertanggung jawab agar pembiayaan dan pelaksanaannya tidak tumpang tindih. Perkiraan kebutuhan anggaran mencapai Rp25 miliar hingga Rp30 miliar.

“Mungkin nanti di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi untuk mengkoordinasi ini supaya tidak overlap, pembiayaannya yang dibutuhkan berapa,” ujarnya.

Anggaran tersebut diperkirakan mencakup pembangunan kembali 75 rumah adat, 65 kios, satu masjid, serta penataan kawasan Desa Adat Sade.

“Karena setahu saya kurang lebih untuk rekonstruksi itu mungkin di antara Rp 25 sampai Rp 30 miliar kalau tidak salah ya, dengan jumlah 75 rumah adat, 65 kios, ada 1 masjid, dan juga kawasan area,” tambah Fadli.

Pemerintah juga akan mengkaji ulang desain dan posisi rumah adat yang dinilai terlalu berdekatan. Sistem kelistrikan serta mitigasi bencana, termasuk ketersediaan fasilitas pemadam kebakaran, akan menjadi perhatian.

“Nah, ini yang sedang kita kaji termasuk juga bagaimana desain rekonstruksinya karena itu beberapa rumah adat itu sangat berdekatan. Aliran listriknya juga perlu dicek, termasuk juga untuk mitigasi bencana terutama tidak ada untuk pemadam kebakaran dan sebagainya,” katanya.

Fadli menegaskan penataan ulang harus tetap mempertahankan identitas budaya Desa Adat Sade. Koordinasi dengan sejumlah lembaga akan terus dilakukan sebelum proses rekonstruksi dimulai.

“Jadi saya kira ini juga sebelum direkonstruksi perlu ada satu apa, penelaahan supaya ini tidak terulang kembali, termasuk juga penataan mungkin rumah-rumah adatnya yang begitu mepet ya, itu mungkin bahaya sekali gitu ya,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.