Ambon, Pena-Rakyat.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di enam titik distributor di Kota Ambon, Rabu (25/02/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya dalam momentum bulan puasa dan menjelang Idul Fitri.
Enam lokasi yang menjadi sasaran sidak yakni Perusahaan Ayam Sehat, Perusahaan Perdagangan Indonesia, Bintang Cemerlang Sejati, Perum Bulog, CV Gema Rejeki, dan PT Berkat Abadi.
Wakil Walikota (Wawali) Ambon Ely Toisutta mengatakan sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat tetap aman dan mencukupi.
“Hari ini Pemerintah Kota Ambon lewat Tim Pengendalian Inflasi Kota Ambon dengan teman-teman Satgas melakukan sidak. Kami ingin memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di Kota Ambon menjelang hari besar keagamaan yang saat ini berada dalam bulan puasa dan sebentar lagi Lebaran benar-benar tersedia dengan baik, cukup dan aman,” ujarnya.
Dari hasil pantauan di sejumlah distributor, Ely menyebut stok beras, minyak goreng, bawang, dan terigu dalam kondisi mencukupi bahkan diperkirakan aman hingga dua sampai tiga bulan ke depan.
“Alhamdulillah stoknya mencukupi sampai dengan dua sampai tiga bulan ke depan. Itu yang kami harapkan dari tim ini, memastikan bahan pokok tersedia dengan baik, aman dan harganya bisa dikendalikan,” tambahnya.
Dalam sidak tersebut, tim juga menemukan sejumlah alat ukur atau timbangan yang belum ditera pada tahun berjalan. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Kota Ambon.Menurut Wawali, timbangan yang belum ditera berpotensi merugikan masyarakat karena takaran bisa saja bergeser dari ukuran seharusnya.
“Timbangan kalau belum ditera itu bisa saja gramnya bergeser dari jumlah yang ada. Ini menjadi catatan bagi teman-teman di Indag untuk melakukan pengawasan ketat di setiap distributor terkait timbangan tersebut, sehingga masyarakat tidak dirugikan,”tegasnya.
Ia juga memastikan pemerintah akan menindak tegas pedagang yang menaikkan harga secara sepihak atau melakukan penimbunan bahan pokok.
“Apabila ada pedagang yang melakukan hal yang tidak diinginkan, misalnya menaikkan harga sepihak atau menimbun bahan pokok, ini menjadi pantauan dari kita bersama dan akan kami tindak,”tandas Wawali.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon Hermans Tetelepta menjelaskan bahwa secara umum stok bahan pokok dipastikan dalam posisi aman hingga Idul Fitri.
“Hari ini kita melakukan sidak tindak lanjut dari rapat sebelumnya terkait stok komoditi menjelang hari besar keagamaan. Kita mengecek langsung ke gudang distributor supaya memastikan bahwa laporan yang masuk sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.
Terkait tera ulang timbangan, Tetelepta menjelaskan bahwa proses tera dilakukan setiap tahun. Namun, karena masih awal tahun 2026, beberapa timbangan memang belum sempat ditera ulang.
“Petugas kami turun melakukan tera di berbagai lokasi. Tetapi karena distributor dan pedagang sangat banyak, kami mengharapkan partisipasi mereka. Jika belum sempat kami datangi, pelaku usaha diharapkan berinisiatif membawa timbangan ke Dinas Indag untuk ditera,” katanya.
Dirinya menambahkan, guna menjaga stabilitas harga, Dinas Indag juga merencanakan operasi pasar satu hingga dua kali sebelum Idul Fitri. Selain itu, pasar murah akan digelar pada 3, 4, dan 5 maret mendatang di empat kecamatan, yakni Nusaniwe, Sirimau, Baguala, dan Teluk Ambon.
Pasar murah tersebut diperuntukkan bagi masyarakat pemegang kupon yang telah didistribusikan melalui camat, lurah, dan kepala desa.








