Ambon, Pena-Rakyat.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui QRIS.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen serta Akuisisi Merchant QRIS bagi Pelaku UMKM yang berlangsung di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Senin (09/03/2026).
Sambutan Walikota Ambon Bodewin Wattimena yang dibacakan Wakil Walikota Ely Toisutta menegaskan bahwa UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi nasional sekaligus penyedia lapangan kerja terbesar.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang memberdayakan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi produk. Karena itu UMKM perlu terus didorong agar berdaya saing melalui inovasi dan digitalisasi,” ujar Wakil Walikota.
Wawali menjelaskan, penggunaan QRIS yang diinisiasi Bank Indonesia menjadi bagian dari transformasi sistem pembayaran menuju transaksi non tunai yang lebih cepat, mudah, efisien, dan aman bagi pelaku usaha.
Pemkot Ambon juga terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program, termasuk penyediaan ruang usaha di Ruang Terbuka Publik (RTP) seperti RTP Wainitu, RTP Air Salobar, dan RTP Amahusu yang dikelola oleh Tim Pemanfaatan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Publik Kota Ambon (TERAKOTA).
“Kami berharap para pelaku UMKM semakin percaya diri menggunakan pembayaran non tunai sehingga usaha menjadi lebih modern, efisien, dan jangkauan pasar semakin luas,” tambah Wawali.
Pemkot Ambon juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital di Kota Ambon.









