Ambon, Pena-Rakyat.com – Pemerintah Kota Ambon resmi mencanangkan “Gerakan Tambahan” (Gerakan Kota Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman) sebagai langkah konkret memperkuat komitmen penataan lingkungan.
Program itu diluncurkan langsung Walikota Ambon Bodewin Wattimena dalam Mini Festival Lingkungan Hidup “Arika Kalesang Negeri” di Pantai Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri PJ. Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Patrick Moenandar, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, Ketua DWP Saartje Sapulette, jajaran OPD, perwakilan Bank Indonesia, perwakilan OJK Maluku serta tamu undangan lainnya.
Dalam momentum itu, Bodewin menegaskan upaya menjaga kebersihan dan penghijauan kota tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
“Gerakan ini harus menjadi budaya. Jangan hanya ramai saat festival, tapi setelah itu selesai. Kita ingin ini hidup di kantor, di sekolah, di negeri dan kelurahan,” tegasnya.
Gerakan Tambahan merupakan kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) bersama Dinas Pariwisata Kota Ambon.
Program ini juga disinergikan dengan gerakan nasional Indonesia Asri sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, Walikota menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) membawa minimal satu bibit tanaman untuk ditanam di lingkungan kerja maupun fasilitas umum. Ia menilai keterlibatan ASN menjadi contoh nyata bagi masyarakat.
Bodewin menargetkan selama masa kepemimpinannya sedikitnya 5.000 pohon produktif seperti mangga dan rambutan dapat ditanam di berbagai titik kota. Menurutnya, tanaman produktif lebih sesuai dengan kondisi tanah Ambon dan memiliki manfaat ekonomi bagi warga.
“Kita tanam yang cocok dengan tanah Ambon. Jangan bergantung pada tanaman mahal dari luar daerah yang belum tentu bertahan. Yang penting tumbuh, hijau, dan memberi manfaat,”ujarnya.
Ia berharap Gerakan Tambahan dapat menciptakan wajah Kota Ambon yang lebih tertata, hijau, dan nyaman, sekaligus menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.









