Vladivostok, Pena-Rakyat.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Bilateral Working Lunch bersama Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden RI ke Rusia pada Kamis (03/09/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Bahlil mengawal penguatan kerja sama strategis Indonesia–Rusia, khususnya di sektor energi. Berbagai peluang investasi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat hubungan kedua negara.
Dalam hal ini difokuskan; 1) Kepastian Pasokan Energi: Mengawal komitmen pasokan minyak mentah (crude oil) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk memperkuat cadangan dan ketahanan energi nasional. 2) Peluang Investasi Strategis: Membahas potensi kolaborasi konkret melalui skema kerja sama Government-to-Government (G2G) maupun Business-to-Business (B2B) dengan perusahaan energi besar Rusia. 3) Agenda Forum Ekonomi Timur (EEF) 2026: Menjadi momentum strategis bagi Presiden RI dan Menteri ESDM untuk memperluas jejaring investasi serta diversifikasi rantai pasok energi global demi kemandirian Indonesia.
Penguatan kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang konkret sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi nasional.








