Jakarta, Pena-Rakyat.com – Perdana memimpin konferensi pers APBN KiTa pada jumat (18/09/2026) di jakarta, Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara mengungkap kondisi keuangan negara hingga Agustus 2026.
Defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan posisi Juli yang mencapai Rp235,6 triliun.
Sementara itu, pemerintah memproyeksikan defisit APBN hingga akhir 2026 berada di kisaran 2,85% PDB atau Rp734,3 triliun, sedikit di atas target awal sebesar 2,68% PDB.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu RI juga menyampaikan APBN terus menjalankan fungsi perlindungan masyarakat melalui berbagai program, antara lain subsidi dan kompensasi, perlindungan sosial, serta dukungan terhadap daya beli masyarakat.
Menkeu RI juga menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kredibilitas fiskal.








