Jakarta, Pena-Rakyat.com – Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, menargetkan percepatan elektrifikasi bagi sekitar 11.000 desa dan dusun yang hingga kini belum memperoleh aliran listrik menuju pemerataan akses energi pada 2029–2030.
Bahlil mengungkapkan persoalan itu dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (31/08/2026).
Setelah 1.403 titik dalam program listrik desa 2025, pemerintah menargetkan sekitar 4.000–5.000 titik berikutnya dapat terjangkau listrik pada periode 2026–2027 sebagai bagian dari tahapan menuju elektrifikasi yang semakin merata.
Hadirnya listrik hingga pelosok bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, menjalankan usaha, mengakses layanan, dan meningkatkan produktivitas.










