Surabaya, Pena-Rakyat.com – Generasi muda khususnya Gen Z dan Milenial, memegang peranan yang sangat strategis sebagai penentu arah masa depan bangsa. Mengingat populasi pemuda mencapai 60% dari total penduduk dan mencakup 56% dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Hal tersebut disampaikan Anggota KPU Iffa Rosita pada Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jumat (25/09/2026).
Iffa juga mengatakan partisipasi pemuda dalam demokrasi bukan hanya selesai saat mencoblos saja, tetapi harus turut serta mengawasi proses penyelenggaraan pemilu dari awal sampai akhir.
Pemuda harus jadi penjaga lintasan (orbit) demokrasi agar jangan sampai terpecah belah oleh Isu SARA, berita bohong, maupun polarisasi politik.
Kepada seluruh peserta, Iffa mengajak untuk berani bersuara (speak up), aktif dalam ruang diskusi, serta menjauhi politik uang (money politic) dan berita hoaks demi menjaga keutuhan bangsa.
Selain menggunakan hak pilih, para pemuda juga didorong untuk berani terjun langsung ke dalam sistem politik, baik sebagai penyelenggara pemilu, pemantau, maupun calon anggota legislatif dan kepala daerah.
Melalui partisipasi aktif ini, generasi muda diharapkan siap menjadi penggerak utama demokrasi dan calon pimpinan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.








