Suli, Pena-Rakyat.com – Kongres ke-XXX Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Tahun 2025 resmi dibuka oleh Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Elifas Tomix Maspaitella di Ballroom The Natsepa Hotel, Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku Pada Hari Minggu (12/10/2025).
Acara kongres ke-XXX AMGPM Tahun 2025 ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah, perwakilan Pangdam XVI/Pattimura, Senator DPD RI asal Maluku Novita Anakotta, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena selaku Ketua Panitia Kongres, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Ketua DPRD Kota Ambon, sejumlah rektor perguruan tinggi, pimpinan organisasi kepemudaan (OKP), para Ketua Klasis se-GPM, pendeta dan hamba Tuhan yang berkenan hadir, serta para Ketua Daerah dan seluruh peserta AMGPM dari berbagai daerah pelayanan GPM.
Pembukaan ditandai dengan aktivasi panel digital sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Elifas Tomix Maspaitella, pengenalan digital ini bukan sekadar simbol, akan tetapi tekad AMGPM untuk menjawab perubahan zaman dengan bijak dan beriman. Dunia boleh berubah, tetapi semangat pelayanan tetap harus kokoh,”ujar Pdt. Elifas Tomix Maspaitella.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Daerah AMGPM Eky Sairdekut menyampaikan refleksi penting bagi seluruh kader. Ia berharap agar lima tahun ke depan AMGPM menjadi organisasi yang lebih kuat, mandiri, dan terarah dalam pembinaan kader.
Pemilihan kader AMGPM selama ini belum terorganisasi dengan baik untuk pengembangan diri. Dengan 262 cabang dan 1.244 ranting yang tersebar di Maluku dan Maluku Utara, serta 11 kabupaten/kota se-Provinsi Maluku, kita mesti bekerja dengan sungguh-sungguh melayani,”terangnya.
Tugas utama AMGPM bukan sekadar membangun program, tetapi meneguhkan pelayanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat,”tegasnya.
Jangan sampai ada lagi teman-teman kita di Kariu, di Hunuth, di Kei, dan di mana pun yang tertinggal dari semangat pelayanan. Kita semua satu tubuh dalam Kristus,”imbuhnya.
Suatu saat dengan kreativitas yang dimiliki kader AMGPM, kita bisa menjadi organisasi yang mandiri. Itu tantangan kita di masa kini dan masa depan. Karena itu, kita harus terus berjuang agar AMGPM kelak dapat berdiri tegak sebagai gerakan pemuda gereja yang mandiri dan berdaya cipta,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kongres ke-XXX AMGPM Tahun 2025 Bodewin Wattimena yang juga Walikota Ambon menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan akbar ini.
Kongres ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat identitas pemuda gereja sebagai agen transformasi sosial. Terima kasih kepada semua pihak yang telah menopang hingga terlaksananya kegiatan ini dengan baik,”jelasnya.
Kongres ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang evaluasi dan regenerasi kepemimpinan, tetapi juga menjadi ajang untuk menegaskan kembali peran AMGPM dalam konteks sosial, ekonomi, dan budaya masa kini,”terangnya.
Dengan semangat kebersamaan dan visi menuju satu abad GPM, Kongres XXX AMGPM 2025 menjadi tonggak penting bagi gerakan pemuda gereja untuk terus tampil kreatif, transformatif, dan tajam dalam karya, menjawab panggilan iman sekaligus tantangan zaman,”tandasnya.
Kongres ke-XXX AMGPM Tahun 2025 ini akan berlangsung selama enam hari dan menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pelayanan pemuda gereja menuju satu abad Gereja Protestan Maluku. (Hasbi)









