Ambon, Pena-Rakyat.com – Ketua DPRD Kota Ambon Morits L. Tamaela.,S.E menegaskan generasi muda harus menjadi benteng kognitif Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah maraknya ancaman non-militer seperti hoaks, dis-informasi, ujaran kebencian, hingga propaganda digital yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Menurutnya, penguatan kesadaran bela negara menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Morits L. Tamaela kepada wartawan usai mengikuti Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Badan Cadangan Nasional dengan tema “Generasi Muda Penjaga Benteng Kognitif NKRI untuk Indonesia Emas 2045″, di Santika Premiere Hotel Ambon, Kamis (30/07/2026).
Morits mengawali keterangannya dengan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan RI atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai sangat strategis dalam memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.
“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Ambon, kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Badan Cadangan Nasional yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di Kota Ambon,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Badan Cadangan Nasional Letjen TNI Gabriel Lema, Kepala Pusat Bela Negara Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, serta jajaran Kodam XV/Pattimura dan Kodim 1504/Ambon yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Morits, kesadaran bela negara tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan militer, tetapi juga membangun karakter, nasionalisme, dan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang.
“Ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu berbentuk ancaman fisik. Ada ancaman yang memengaruhi cara berpikir masyarakat melalui informasi yang salah, provokasi, dan berbagai bentuk penyebaran konten negatif di ruang digital. Karena itu generasi muda harus memiliki karakter yang kuat dan berlandaskan Pancasila,” katanya.
Ia menilai pembinaan bela negara menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang mencintai tanah air, menjunjung tinggi persatuan, serta memiliki komitmen menjaga keutuhan bangsa.
Sebagai pimpinan lembaga legislatif di daerah, Morits mengatakan DPRD Kota Ambon memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendorong penguatan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda
Menurutnya, nilai kemanusiaan, kebersamaan, persaudaraan, dan kebinekaan harus terus dipupuk dengan berpedoman pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan NKRI.
Ia juga menegaskan masyarakat Maluku memiliki modal sosial yang kuat melalui budaya orang basudara, pela, dan gandong, yang selama ini menjadi perekat kehidupan masyarakat dan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Kalau semangat persaudaraan itu terus dijaga, kita tidak akan mudah dipecah belah oleh kepentingan apa pun. Budaya pela dan gandong merupakan kekuatan sosial yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.
Morits turut mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, salah satu bentuk bela negara di era digital adalah tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Setiap informasi harus disaring terlebih dahulu. Jangan langsung diteruskan apabila belum jelas kebenarannya atau berpotensi memicu konflik. Kita harus menjadi penyejuk dan bagian dari solusi, bukan memperkeruh situasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengalaman konflik sosial yang pernah terjadi di Maluku harus menjadi pelajaran berharga agar seluruh elemen masyarakat terus menjaga kedamaian dan mengantisipasi berbagai potensi konflik sejak dini.
Morits berharap kegiatan pembinaan kesadaran bela negara terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya oleh Kementerian Pertahanan, tetapi juga melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga seluruh elemen masyarakat.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Ulang Tahun ke-81 Provinsi Maluku, ia juga mengajak masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus wujud nyata cinta tanah air.
“Kita harus menunjukkan nasionalisme melalui tindakan nyata, menjaga persatuan, mencintai bangsa, serta bersama-sama membangun Indonesia yang kuat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.









