Ambon, Pena-Rakyat.com – Kondisi geopolitik global yang terus berkembang mulai memberikan dampak nyata hingga ke daerah-daerah. Sejumlah kebutuhan mengalami kenaikan harga, termasuk bahan plastik.
Menanggapi situasi tersebut, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengajak masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Salah satu langkah yang didorong adalah mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat harus bisa beradaptasi. Kalau harga plastik naik, mari kita kurangi penggunaannya,” ujar Walikota di Ambon, Selasa (14/04/2026).
Ia menambahkan Kota Ambon, memiliki kearifan lokal yang sejak dulu sudah mengajarkan pola hidup ramah lingkungan. Contohnya, penggunaan daun sebagai pengganti plastik dalam berbagai keperluan.
“Kalau membuat rujak tidak perlu pakai piring plastik, cukup pakai daun. Begitu juga saat membungkus sesuatu, kita bisa gunakan daun pisang,” jelasnya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah berencana melakukan kajian teknis melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengeluarkan himbauan resmi, bahkan kemungkinan berupa surat edaran atau peraturan walikota (perwali).
Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek terhadap kenaikan harga, tetapi juga mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan di tengah masyarakat.
Sekedar informasi, harga kantong plastik di sejumlah daerah terus naik pada April 2026. Di Pasar Mardika Ambon, lonjakan harga plastik yang mencapai 50 persen.








