Ambon, Pena-Rakyat.com — Kemenangan Tim Nasional Belanda atas Tunisia dengan skor 3-1 dalam laga penutup Grup F Piala Dunia 2026, Jumat (26/06/2026) membawa kegembiraan berlapis bagi para pendukung Oranje di Kota Ambon.
Di kawasan Kudamati, sorak kemenangan tidak hanya pecah karena hasil pertandingan, tetapi juga karena warga pulang membawa paket sembako.
Pagi itu, Kudamati berubah menjadi ruang perayaan kecil. Warga berkumpul mengikuti nonton bareng yang digelar DPD Partai Golkar Kota Ambon bersama Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi Maluku.
Layar pertandingan menjadi pusat perhatian. Setiap peluang Belanda disambut teriakan, setiap gol membuat suasana makin riuh.
Bagi para fans fanatik Belanda di Ambon, kemenangan 3-1 atas Tunisia terasa seperti hadiah istimewa.
Namun kegembiraan itu menjadi lebih lengkap ketika kegiatan nonton bareng juga dirangkai dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat setempat.
Kebahagiaan tampak dari wajah para penerima. Mereka datang untuk menonton bola, tetapi pulang membawa bantuan kebutuhan pokok.
Kemenangan Belanda di lapangan hijau seakan bertemu dengan kemenangan kecil warga di halaman rumah sendiri: menikmati hiburan, merawat persaudaraan, dan membawa pulang sembako.
Plt. Ketua DPD Golkar Kota Ambon sekaligus Ketua PDK Kosgoro 1957 Maluku Ely Toisutta, mengatakan kegiatan nonton bareng ini sengaja dimanfaatkan sebagai jembatan untuk mempererat kembali hubungan antar warga.
“Kami berharap euforia bola Piala Dunia ini dapat merekatkan kembali tali silaturahmi di antara masyarakat yang ada di seputaran daerah Kudamati dan sekitarnya,” kata Ely Toisutta di sela-sela kegiatan.
Menurut Ely, kehadiran Golkar dan Kosgoro di tengah suasana Piala Dunia bukan sekadar mengikuti demam sepak bola.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk hadir langsung di tengah masyarakat, sekaligus menyentuh kebutuhan warga melalui aksi sosial.
Ely menegaskan pembagian sembako tidak boleh dilihat semata dari jumlah atau besar bantuan yang diberikan.
Baginya, yang lebih penting adalah pesan kepedulian dan ketulusan yang dibawa dalam kegiatan tersebut.
“Pembagian sembako ini bukan dilihat dari jumlah dan besarnya, tetapi ini bagian dari kepedulian Golkar Ambon dan Kosgoro Maluku untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Kami ingin menunjukkan bahwa Golkar masih terus eksis dan tetap konsisten ada di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Nonton bareng di Kudamati merupakan kegiatan kedua yang digelar DPD Partai Golkar Kota Ambon bersama PDK Kosgoro 1957 Provinsi Maluku.
Antusiasme warga yang tinggi membuat agenda serupa direncanakan berlanjut ke sejumlah titik strategis lain di Kota Ambon.
Ely menyebut pihaknya tengah melihat lokasi-lokasi berikutnya, terutama menjelang babak 32 besar Piala Dunia 2026. Bahkan, kegiatan serupa juga berpeluang digelar saat semifinal dan final.
“Nobar selanjutnya akan terus kami lakukan. Kami akan melihat lagi di titik-titik yang lainnya, apalagi menjelang babak 32 besar. Dan mungkin nobar seperti ini juga akan kami laksanakan pada saat semifinal dan final nanti,” tambah Ely.
Di akhir pernyataannya, Wakil Walikota Ambon itu menitipkan pesan kepada masyarakat agar euforia mendukung tim favorit tidak menghilangkan kepedulian sosial.
Ia juga menghimbau warga tetap menjaga ketertiban, sportivitas, dan keamanan di jalan raya.
“Selaku Ketua Golkar dan Ketua PDK Kosgoro Maluku, saya mengajak seluruh masyarakat, mari dengan euforia bola ini jangan tinggalkan kepedulian kita kepada sesama. Tetap jaga sportivitas dan keamanan di jalan,” himbaunya.
Ely juga mengingatkan bahwa kemenangan dan kekalahan dalam sepak bola tidak boleh memutus persaudaraan. Menurutnya, pesta bola harus menjadi ruang hiburan sekaligus perekat sosial bagi masyarakat.
“Siapapun yang menang, siapa yang kalah, tetap kita menjaga persaudaraan di antara kita. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” pungkas Ely.










