Ambon, Pena-Rakyat.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon mengingatkan warga untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Langkah ini menjadi prioritas menyusul meningkatnya paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa pekan terakhir.
Sekretaris Dinkes Kota Ambon Yakobus Lewier, meminta masyarakat lebih mewaspadai potensi risiko penyakit saluran pernapasan.
“Sudah jelas kita harus waspada. Memang kita rencanakan akan menghimbau masyarakat menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan,” ujar Yakobus di Ambon, Minggu (04/10/2026).
Yakobus menjelaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan lonjakan signifikan angka pasien gangguan pernapasan di Puskesmas se-Kota Ambon. Walau begitu, pemantauan ketat tetap berjalan guna memitigasi dampak buruk paparan asap karhutla.
“Kita pantau dari kunjungan pasien ke Puskesmas beberapa bulan ini memang belum ada peningkatan yang signifikan untuk kasus yang berhubungan dengan pernapasan, tapi kita tetap pantau,” tegasnya.
Dinkes mengimbau warga yang mulai merasakan sesak napas atau keluhan pernapasan lain untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.
Di samping imbauan, pihak Dinkes tengah mendata stok masker yang ada guna dibagikan kepada pengguna jalan sebagai tindakan preventif langsung.
Kita lagi menghitung stok masker. Rencananya kita akan membagikan kepada masyarakat di jalan sebagai salah satu bentuk imbauan untuk memakai masker di luar ruangan dengan kondisi udara yang penuh asap. Ini sebagai salah satu pencegahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketersediaan masker saat ini tidak sebanyak pada era pandemi COVID-19 karena pasokan pascapandemi lebih difokuskan untuk operasional fasilitas kesehatan.
“Untuk stok masker, setelah Covid selesai kita tidak menyediakan stok masker yang banyak, hanya penggunaan untuk fasilitas kesehatan. Untuk itu kita minta instalasi farmasi bisa atau tidak kita membagikan kepada masyarakat sebagai bentuk imbauan,” kata Yakobus.
Khusus kelompok rentan seperti lansia serta penderita asma dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Dinkes menyarankan agar membatasi mobilitas di luar ruangan.
“Diharapkan masyarakat juga menjaga kesehatannya dengan tidak keluar rumah. Yang punya riwayat penyakit asma atau ISPA seperti lansia, menghindari untuk keluar rumah. Kalaupun keluar, menggunakan masker,” imbaunya.
Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan pekarangan serta menghentikan kebiasaan membakar sampah domestik agar tidak memperburuk polusi udara.
“Menjaga kebersihan di dalam rumah dan kurangi membakar sampah di pekarangan agar tidak menimbulkan asap tambah banyak, karena saat ini kebakaran hutan dan lahan terjadi di mana-mana,” tutupnya.








