Ambon, Pena-Rakyat.com — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon Ronald Lekransy menekankan pentingnya pemanfaatan digitalisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan UMKM dan sektor pariwisata.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning “BAGARA (Bahas Gagasan dan Rencana Aksi)” bersama Bank Indonesia di Ambon, Rabu (08/04/2026).
Ronald menjelaskan, penguatan ekonomi digital perlu didukung dengan data indeks digitalisasi, termasuk pemanfaatan smart payment dan e-commerce di Kota Ambon.
Data tersebut dinilai penting sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.
“Kalau datanya tersedia, ini akan sangat membantu dalam komunikasi kebijakan dan perencanaan pembangunan ekonomi digital yang lebih masif,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, tren indeks digitalisasi di Ambon menunjukkan peningkatan positif, yang di tandai dengan indeks smart city yang cenderung mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahu. Dari angka 2,87 pada 2023 menjadi 3,1 di 2024, dan diproyeksikan terus meningkat.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang baik harus berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam menekan angka kemiskinan, membuka lapangan kerja, dan menjaga stabilitas ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi Ambon saat ini masih berada pada tren positif. Dampaknya terlihat Dan berdampak pada penurunan angla kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ronald menyebut kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon yang kini berada di kisaran 80-an persen.
Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi baru, ia menekankan pentingnya pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis digital.
Pemerintah juga mendorong pembangunan pusat-pusat ekonomi kreatif serta ruang terbuka publik sebagai penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, Ronald menyoroti pentingnya keberlanjutan UMKM. Ia mengingatkan agar pola pendampingan tidak hanya terfokus pada jumlah, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan usaha.
“Bantuan modal harus dibarengi dengan pendampingan yang tepat, agar tidak digunakan untuk konsumtif, tetapi benar-benar mendorong usaha berkembang,” tegasnya.
Ia juga mendorong kolaborasi lebih erat dengan Bank Indonesia dalam memberikan edukasi kepada pelaku usaha terkait pemanfaatan sistem pembayaran digital dan platform e-commerce.
“Kami berharap ada kolaborasi untuk menjangkau pelaku usaha yang belum tersentuh informasi digital, dengan turun langsung ke lapangan,” tambahnya.
Di sisi lain, pengembangan sektor pariwisata juga menjadi perhatian, khususnya wisata bahari yang dinilai memiliki potensi besar.
Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan, salah satunya persoalan pengelolaan sampah yang perlu ditangani secara serius.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemerintah Kota Ambon optimistis pertumbuhan ekonomi digital dan sektor riil dapat berjalan beriringan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.










