Anak-anak PAUD se-Kota Ambon mengibarkan bendera Merah Putih, momentum menanamkan nilai nasionalisme

by -0 views

Ambon, Pena-Rakyat.com – Sekitar tiga ribu anak-anak PAUD se-Kota Ambon mengibarkan bendera Merah Putih dengan wajah penuh keceriaan saat mengikuti Kirab Merah Putih di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (12/08/2026).

Di balik langkah kecil dan senyum polos mereka, tersimpan harapan besar tentang masa depan Kota Ambon dan Indonesia.

Kirab Merah Putih PAUD se-Kota Ambon ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum menanamkan nilai nasionalisme, kebersamaan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Walikota Ambon Bodewin Wattimena dalam sambutannya mengingatkan para guru dan orang tua bahwa anak-anak yang hadir dalam kirab bukan hanya mengikuti kegiatan seremonial.

Mereka merupakan generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet pembangunan daerah dan bangsa.

“Anak-anak yang hadir di sini adalah generasi yang kita persiapkan untuk menjadi penerus Kota Ambon, Maluku, bangsa, dan negara,” kata Bodewin.

Bodewin mengatakan, 20 hingga 30 tahun mendatang, anak-anak yang hari ini mengikuti Kirab Merah Putih akan berada di posisi para pemimpin saat ini.

“Dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan, anak-anak inilah yang akan berdiri di tempat ini, duduk di depan sini, dan menggantikan kita semua yang hari ini mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin,” ujarnya.

Karena itu, menurut Bodewin, tanggung jawab orang tua dan guru tidak hanya memastikan anak memperoleh pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan. Hal yang tidak kalah penting adalah membangun karakter anak sejak dini.

Ia meminta para guru dan orang tua membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik, berakhlak, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

“Tugas kita bukan hanya memberikan pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan mereka, tetapi yang jauh lebih penting adalah membina dan membimbing karakter anak-anak kita agar tumbuh menjadi pribadi yang baik, berakhlak, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Bodewin kemudian menitipkan pesan kepada orang tua dan guru untuk memberikan pendidikan dengan kasih sayang serta keteladanan.

“Didik mereka dengan kasih sayang, bimbing mereka dengan keteladanan, dan tanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini,” pesannya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Ambon Lisa Wattimena mengaku bahagia melihat antusiasme anak-anak PAUD yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan bendera Merah Putih, alat tiup, dan peluit di tangan, anak-anak diajak mengenal simbol negara sekaligus memahami makna sederhana tentang menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Lisa kemudian meminta anak-anak yang merasa sebagai anak Indonesia mengangkat tangan. Suasana pun semakin meriah dengan antusiasme anak-anak.

Menurut Lisa, pengalaman seperti ini merupakan bagian dari proses pendidikan anak yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas.

“Anak-anak tidak hanya belajar tentang warna Merah dan Putih, tetapi juga belajar mengenal simbol negara, mencintai Indonesia, belajar disiplin, kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga sebagai anak Indonesia,” ujar Lisa.

Ia menilai kegiatan Kirab Merah Putih menjadi cara yang menyenangkan untuk menanamkan semangat persatuan, cinta tanah air dan kebangsaan kepada anak-anak sejak usia dini.

Selain mengikuti kirab, anak-anak PAUD se-Kota Ambon juga mengikuti Senam Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Lisa menjelaskan, kebiasaan tersebut antara lain bangun pagi tepat waktu, rajin beribadah, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, menyayangi teman, rajin belajar, serta menjaga waktu tidur secara teratur.

Menurut Lisa, kebiasaan-kebiasaan baik tersebut penting ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak tumbuh sehat sekaligus memiliki karakter yang kuat.

“Bendera Merah Putih yang berada di tangan anak-anak ini membawa harapan besar bahwa masa depan Kota Ambon dan masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang cerdas, berkarakter, sehat, dan memiliki jiwa nasionalisme,” katanya.

Lisa juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang selama ini mendampingi anak-anak dalam berbagai kegiatan.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar berjalan dalam kirab atau mengikuti senam bersama. Ada nilai pendidikan yang ingin dibangun, mulai dari hidup sehat, kedisiplinan, karakter, kebersamaan hingga rasa percaya diri.

“Kegiatan hari ini bukan hanya tentang berjalan dalam kirab atau mengikuti senam bersama. Lebih dari itu, kita sedang membiasakan anak-anak untuk hidup sehat, membangun karakter, belajar disiplin, mengenal kebersamaan, serta menciptakan memori-memori bahagia yang akan menjadi bagian dari proses tumbuh kembang mereka,” tuturnya.

Lisa juga meminta orang tua memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengikuti senam dengan tertib setelah pelaksanaan kirab.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman positif yang melekat dalam ingatan anak-anak.

Senada dengan Lisa, Bodewin juga mengingatkan anak-anak agar mulai belajar menghargai orang tua, menghormati guru, menyayangi teman, dan peduli terhadap orang-orang di lingkungan sekitar.

“Masa depan kalian masih sangat panjang. Mulailah dari mengenali diri sendiri, menghargai dan menghormati orang tua, menghargai dan menghormati para guru, serta menyayangi dan menghormati semua orang yang ada di sekitar kalian,” kata Bodewin.

Ia berharap anak-anak PAUD Kota Ambon kelak tumbuh menjadi generasi hebat yang mampu melanjutkan pembangunan Kota Ambon, Maluku, dan Indonesia.

Di akhir sambutannya, Bodewin mengajak anak-anak menikmati Kirab Merah Putih dengan penuh semangat, tetap ceria, dan bahagia.

“Semoga kegiatan ini semakin menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air, semangat kebersamaan, dan kebanggaan sebagai generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Lisa pun mengajak seluruh pihak menjadikan anak-anak PAUD Kota Ambon sebagai generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, mencintai budaya, Kota Ambon, dan Indonesia.

“Dirgahayu Kota Ambon ke-451! Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” seru Lisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.