Wawali Ambon Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi

by -4 views

Ambon, Pena-Rakyat.com – Lonjakan harga cabai hingga Rp160 ribu per kilogram menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Ambon.

Menghadapi tekanan harga pangan tersebut, Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta, memimpin langkah penguatan pengendalian inflasi dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), distributor, dan sejumlah stakeholder.

Langkah itu dibahas dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama stakeholder dan distributor yang berlangsung di Manise Hotel, Ambon, Jumat (30/10/2026).

Dalam arahannya, Ely mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Ambon pada September 2026 tercatat sebesar 0,68 persen secara bulanan (month-to-month), 3,29 persen secara tahun kalender (year-to-date), dan 4,76 persen secara tahunan (year-on-year).

Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah cabai merah dan cabai keriting. Harga yang biasanya berkisar Rp40 ribu kini melonjak hingga Rp120 ribu bahkan Rp160 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut mendorong Ely meminta seluruh jajaran terkait tidak bekerja secara biasa-biasa saja. Pengendalian inflasi harus dilakukan melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Ia meminta Gerakan Pangan Murah diperluas ke kawasan padat penduduk, produksi cabai dan bawang lokal ditingkatkan, serta kerja sama pasokan dengan daerah produsen seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur diperkuat.

Selain itu, Pemkot Ambon memperkenalkan aplikasi SI KENDALI Ambon (Sinergitas Kendali Inflasi dan Neraca Logistik Ambon).

Aplikasi ini dirancang mengintegrasikan data harga, stok, dan distribusi dari distributor, Bulog, BPS, Bank Indonesia, Pelindo, serta instansi terkait untuk mendeteksi potensi kelangkaan dan kenaikan harga lebih awal.

Ely menegaskan, keberhasilan sistem tersebut membutuhkan keterlibatan aktif distributor. Pemerintah juga menjamin kerahasiaan data yang disampaikan.

“Jangan menunggu harga melonjak baru kita bergerak. Kita harus mengetahui potensi kenaikan sejak awal agar intervensi bisa dilakukan tepat sasaran,” tegasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemkot berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, terutama menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.