Rudy Lailossa beri penjelasan terkait video karaoke yang sempat jadi sorotan publik

by -10 views

Maluku Tengah, Pena-Rakyat.com – Beberapa hari terakhir, video karaoke Rudy Lailossa Anggota DPRD Maluku Tengah, yang diunggah di media sosial pada hari Selasa (02/12/2025) memicu beragam reaksi.

Ada yang melihatnya sebagai hiburan biasa dan memberi tanggapan positif, namun tak sedikit pula yang mengkritik karena aktivitas itu dilakukan di dalam Gedung DPRD Maluku Tengah di Masohi.

Menanggapi komentar tersebut, Rudy Lailossa menjelaskan bahwa video itu diunggah sebagai bentuk hiburan untuk rekan-rekan dewan yang sebelumnya sempat bersitegang.

“Beta kasih naik video nyanyi itu untuk menjawab psikologi orang yang kemarin bersitegang di gedung DPRD. Makanya dalam video itu ada caption ‘mari ramah-ramah jangan marah-marah,”terang Rudy saat dikonfirmasi lewat WhatsApp pada Jumat dini hari (05/12/2025).

Kalau ada yang mempolitisir, biarkan saja. Beta menyanyi itu setelah paripurna waktu itu,”ujarnya.

Rudy juga menegaskan bahwa nyanyiannya tidak ada kaitan dengan perkelahian atau caci maki, dan video tersebut merupakan rekaman lama.

“Kalau mau dikaitkan dengan ‘Senayan’ (joget-joget di DPR RI), itu tabula bale. Itu video lama yang baru Beta posting menghibur rekan-rekan dewan,”katanya dengan santai.

Selain sebagai politisi, Rudy juga dikenal luas sebagai sosok yang dekat dengan dunia seni. Ia lahir dari keluarga penyanyi, dan masyarakat Maluku tentu tidak asing dengan nama Mainoro, keluarga yang dikenal memiliki darah seni dan talenta vokal yang kuat. Karena itu, kemampuan bernyanyi baginya bukan hal baru, melainkan bagian dari keseharian sejak kecil.

Sebagai pejabat publik, Rudy Lailossa menyampaikan bahwa dirinya siap menerima kritik maupun pujian.

“Siapa yang mau bicara negatif tentang beta, silahkan. Beta ini manusia biasa, orang bisa menyanjung, bisa mengkritik, itu hak publik. Yang penting beta tidak boleh khianati rakyat,”tegasnya.

Rudy kembali menekankan bahwa video tersebut hanya bersifat hiburan, dan ia tidak terganggu dengan komentar miring.

“Beta lebih memilih menanggapi sesuatu dengan berpikir positif, tidak mau marah-marah dan tidak mau berpikir negatif, Itu mereka punya hak asasi. Sebagai pejabat publik pasti ada yang mencaci, menghina, maupun menyanjung,”tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.