Pemuda Negeri IHA M. Putuhena.,S.IP: Demi kebutuhan hidup, Warga IHA-LUHU tetap mengais rejeki di lokasi tambang ilegal

by -0 views

Seram Bagian Barat, Pena-Rakyat.com – Di lereng Gunung Dusun Hulung Negeri Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, terdapat sebuah Gunung Yang di sebut tambang Sinabar, terdapat puluhan warga setiap hari menggali tanah.

Bukan dengan alat berat, hanya cangkul, linggis dan tenaga. demi Mengais Rejeki dari hasil Bumi, walaupun Ini tambang ilegal.

Tapi bagi mereka, ini satu-satunya cara agar dapur tetap mengepul dan anak-anak mereka bisa mengenyam bangku pendidikan.

“Kalau tidak ke sini, mau kerja apa. Di kebun, cengkeh bermusim setahun sekali. Melamar di kota susah. Di sini walau bahaya, tiap hari bisa menghabiskan Rp200-500 ribu per hari.

Fenomena ini sudah lama terjadi, Keterbatasan lapangan kerja di daerah yang bertajuk Saka Mese Nusa ini membuat sebagian masyarakat mengambil risiko dengan menambang tanpa izin.

Di lokasi tambang Sinabar ini bukan hanya di nikmati oleh warga Desa Iha dan Luhu tetapi ada berbagai macam suku, agama, ras, dan lain-lain, baik dari Maluku maupun dari provinsi lain misalnya dari Manado, Ternate, Jawa, dan lain-lain.

Pemkab SBB harusnya berkoordinasi dengan Pemprov Maluku untuk mengkaji agar tambang Sinabar ini di tetapkan sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat, Jika memenuhi syarat, agar warga bisa menambang secara legal, aman, dan dikelola oleh koperasi.

Selama ini warga di takutkan dengan narasi-narasi tambang ilegal, pemerintah seharusnya tidak menutup Mata, tambang Sinabar sudah beroperasi cukup lama tetapi pemerintah seakan-akan menutup mata dan telinga, pemerintah harus hadir untuk melihat kelangsungan hidup rakyatnya.

Pemkab SBB harus ambil langkah tegas terkait tambang sinabar ini. Langkah tegasnya yang jelas harus wajib pro rakyat. Pemerintah jangan lepas tangan, hal ini sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat yang ada.