Jakarta, Pena-Rakyat.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama BAZNAS Kota Ambon melakukan koordinasi dan konsultasi dengan BAZNAS RI, guna memperkuat program pelayanan sosial, serta pengelolaan zakat di daerah.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Pimpinan BAZNAS RI, Matraman, Jakarta, Kamis (18/06/2026) itu membahas sejumlah program strategis, termasuk rencana pembangunan Rumah Dhuafa dan pengajuan bantuan mobil ambulans bagi Kota Ambon.
Delegasi Pemkot Ambon dipimpin oleh Staf Ahli Walikota Ambon Bidang Politik, Hukum, dan Aparatur sekaligus Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pemkot Ambon Fenly Masawoy.
Turut hadir Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy; Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat M. Aulia Waliulu; serta Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Ambon Hendra Abubakar.
Rombongan diterima langsung oleh Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional BAZNAS RI Agus Siswanto, bersama jajaran pimpinan dan pejabat BAZNAS RI.
Fenly Masawoy menjelaskan, bahwa audiensi tersebut bertujuan untuk menyampaikan proposal pembangunan Rumah Singgah atau Rumah Dhuafa, yang rencananya akan dikelola bersama oleh Dinas Sosial Kota Ambon dan BAZNAS Kota Ambon, melalui skema pembiayaan gabungan antara Pemkot Ambon dan BAZNAS RI.
Selain itu, Pemkot Ambon juga mengajukan bantuan satu unit mobil ambulans untuk mendukung program BAZNAS Tanggap Darurat di Kota Ambon, serta melakukan konsultasi terkait pembinaan kelembagaan, strategi pengumpulan zakat, dan pengembangan program pemberdayaan sosial.
Dalam pemaparannya, Fenly menyampaikan gambaran umum mengenai pengelolaan zakat di Kota Ambon, berbagai kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung optimalisasi zakat, serta tantangan sosial yang masih dihadapi oleh masyarakat.
“Kebutuhan akan rumah singgah menjadi salah satu persoalan, yang perlu mendapat perhatian bersama. Kehadiran fasilitas tersebut sangat penting, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial sementara di Kota Ambon,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Ambon drg. Wendy Pelupessy menegaskan bahwa keberadaan rumah singgah akan memberikan manfaat besar, dalam mengatasi berbagai persoalan sosial yang muncul di kawasan perkotaan.
Menurutnya, rumah singgah yang representatif dan berada di pusat Kota Ambon dapat menjadi tempat penanganan sementara bagi masyarakat rentan, yang membutuhkan bantuan sosial maupun layanan kemanusiaan.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Ambon Hendra Abubakar memaparkan rencana pembangunan Rumah Dhuafa yang akan berlokasi di lingkungan Kantor BAZNAS Kota Ambon. Fasilitas tersebut dirancang, agar dapat dikelola secara kolaboratif antara pihak BAZNAS dan Dinas Sosial Kota Ambon.
Selain itu, ia juga menjelaskan soal kebutuhan akan mobil layanan kedaruratan, yang diharapkan dapat mendukung pemerintah daerah, dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan optimal kepada masyarakat luas.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional BAZNAS RI Agus Siswanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif, dan komitmen Pemkot Ambon dalam memperkuat pengelolaan zakat serta pelayanan sosial.
Ia menjelaskan, bahwa BAZNAS RI saat ini memiliki 10 Program Prioritas Tahun 2026 yang akan dialokasikan kepada lembaga BAZNAS di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Agus, program pembangunan rumah singgah sebenarnya telah dilaksanakan, di sejumlah daerah pada tahun-tahun sebelumnya.
Namun, untuk tahun 2026 ini, prioritas utama BAZNAS RI diarahkan pada pembangunan fasilitas Rumah Sehat BAZNAS.
“Usulan pembangunan Rumah Dhuafa dari Pemkot Ambon dan BAZNAS Kota Ambon akan kami kaji dan bahas lebih lanjut, sebagai salah satu usulan program prioritas BAZNAS RI untuk tahun anggaran 2027,” katanya.
Kabar baik datang dari sektor layanan kesehatan dan kemanusiaan, Pelaksana Tugas Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI Siti Masturoh mengatakan, pihaknya akan mengakomodir permohonan bantuan satu unit mobil ambulans untuk Kota Ambon, melalui BAZNAS Kota Ambon.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan 10 Program Prioritas BAZNAS RI Tahun 2026,dan direncanakan akan diserahkan secara simbolis pada bulan Agustus 2026.
Kendaraan ambulans tersebut diperkirakan baru dapat tiba di Kota Ambon pada bulan September 2026.
Sementara itu, Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan Nasional BAZNAS RI Adhi Kelvianto Septha memberikan perhatian khusus terhadap capaian pengumpulan zakat di Kota Ambon, yang dinilai masih perlu ditingkatkan lagi kinerjanya.
Ia mendorong pihak BAZNAS Kota Ambon untuk mengembangkan strategi, dan program yang lebih inovatif serta bersifat kolaboratif, guna mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat.
Menurut Adhi, peningkatan capaian pengumpulan akan sangat berpengaruh terhadap besarnya dukungan program yang dapat dialokasikan oleh BAZNAS RI kepada pemerintah daerah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Ambon M. Aulia Waliulu menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan BAZNAS Kota Ambon, dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen utama pemberdayaan masyarakat.
Menutup pertemuan tersebut, Fenly Masawoy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS RI, atas dukungan dan perhatian yang telah diberikan kepada Pemerintah Kota Ambon.
Ia berharap, kerja sama yang terjalin antara Pemkot Ambon, BAZNAS RI, dan BAZNAS Kota Ambon dapat terus diperkuat, guna mendorong peningkatan pengumpulan dan pendayagunaan zakat, infak, serta sedekah yang dampaknya dapat dirasakan langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi kunci utama, untuk menghadirkan program-program sosial yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Ambon,” tutup dia.










