Jakarta, Pena-Rakyat.com – Pemerintah bersama PLN meluncurkan RUPTL 2025–2034 yang disebut sebagai peta jalan paling hijau dengan target tambahan kapasitas 69,5 GW, di mana 76% atau 52,9 GW bersumber dari EBT dan teknologi penyimpanan energi.
Target ini hampir menyamai kapasitas pembangkit listrik yang telah terbangun sejak Indonesia merdeka, namun membutuhkan investasi besar hingga Rp3.000 triliun serta kepastian pertumbuhan permintaan listrik baru.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Evy Haryadi, menegaskan bahwa RUPTL kali ini tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan listrik, melainkan juga mendorong terbentuknya permintaan, terutama di wilayah potensial seperti Indonesia Timur.
RUPTL kali ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga meng-create demand, terutama di wilayah dengan potensi besar seperti kawasan Indonesia Timur,”ujar Evy Haryadi Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, dalam ajang Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2025 di Jakarta, Rabu (10/09/2025).
PLN memproyeksikan konsumsi listrik ke depan akan ditopang oleh tiga sektor utama: penggunaan AC, pertumbuhan pusat data berbasis artificial intelligence (AI), dan percepatan adopsi kendaraan listrik (EV). (Hasbi)








