Masyarakat kota Ambon masih belum tertib soal sampah

by -1 views

Ambon, Pena-Rakyat.com – Masalah sampah sampai hari ini masih jadi momok bagi kota Ambon yang dijuluki manise. Namun sayangnya manise bukan untuk bersih dan indah, tapi manise dengan sampah yang berserakan khususnya di tempat-tempat pembuangan sampah yang justru sekarang telah disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dengan sangat rapi.

”Tempat pembuangan tersebut hanya dibuka pada pukul 19.00 WIT malam hingga 05.00 WIT pagi setelah pembersihan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz, Jumat (27/03/2026).

Dia mengungkapkan, salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah terlihat pada pengaturan operasional Waste Bin di jalur A.Y. Patty.

Menurutnya, kebijakan ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait penumpukan sampah di siang hari akibat kebiasaan membuang sampah di luar jadwal.

“Kita masih berada di zona pembinaan menuju Kota Layak Huni dan Adipura. Untuk mencapainya, diperlukan dukungan penuh dari masyarakat,” jelasnya.

Katanya, selain itu, persoalan lain yang dihadapi adalah penolakan sebagian warga terhadap pembangunan TPS di lingkungan mereka, kondisi ini justru memicu munculnya titik-titik sampah liar.

Kalau masyarakat menolak TPS resmi sambungnya, pasti akan muncul tumpukan sampah liar. Satu titik saja bisa menjadi contoh, lalu orang lain ikut membuang di sana hingga menjadi kebiasaan.

Walikota Ambon Bodewin Wattimena, kembali mengeluarkan peringatan keras bagi warga yang masih nekat membuang sampah di luar jam operasional yang telah ditentukan pemkot.

Penegasan ini dilakukan guna menjaga estetika dan kebersihan kota yang kerap terganggu oleh tumpukan limbah rumah tangga di siang hari. Ia mencontohkan kondisi di sekitar depan Polsek Nusaniwe dan kawasan Benteng, di mana penumpukan sampah justru sering terjadi pada siang hari.

Sanksi tegas telah disiapkan bagi para pelanggar, mulai dari denda administratif sebesar Rp 1 juta hingga sanksi sosial berupa publikasi foto pelaku di ruang publik. Ia berharap pemerintah lebih serius dalam menindak para oknum yang dianggap melanggar aturan demi tegaknya disiplin kebersihan lingkungan.

Kurangnya kepatuhan ini menjadi tantangan besar bagi petugas kebersihan yang harus bekerja ekstra di luar jadwal rutin mereka. Pemkot Ambon mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.