Hursepuny: Pemkot Ambon harus segera tangani jalan rusak

by -0 views

Ambon, Pena-Rakyat.com – Kerusakan jalan dan talud di wilayah Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), Kota Ambon kembali menjadi sorotan Setelah menelan korban dan mengganggu aktivitas masyarakat.

DPRD Kota Ambon mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat longsor dan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Ambon Swenly Hursepuny mengatakan kepada Wartawan di Ambon pada Kamis (18/06/2026) bahwa kerusakan yang terjadi di sejumlah titik strategis yang menghubungkan Negeri Hukurila, Kilang, Ema, Naku hingga Hatalai.

Kondisi jalan yang semakin memburuk menghambat mobilitas warga serta mengganggu distribusi logistik dan pelayanan dasar bagi masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut.

“ Kami mendorong untuk mempercepat proses pemulihan akses jalan, agar mobilitas warga dan distribusi logistik di empat desa bisa kembali berjalan normal.” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Ambon Swenly Hursepuny.

Menurut Hursepuny, persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah biasa karena telah berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 sedikitnya empat orang telah menjadi korban akibat kondisi jalan yang rusak dan rawan longsor.

Karena itu, pemerintah diminta segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin meluas dan menimbulkan korban tambahan.

“ Saat ini sudah musim penghujan sehingga jalan dan talud yang rusak harus segera ditangani. Jika dibiarkan hingga kerusakannya semakin parah, maka anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikannya juga akan jauh lebih besar.”ujarnya.

Ia menambahkan, aspirasi tersebut telah disampaikan kepada Walikota Ambon Bodewin Wattimena.

Menurutnya, pemerintah kota telah merespons dengan komitmen untuk melakukan pembenahan secara bertahap melalui APBD Perubahan.

Meski demikian, DPRD berharap penanganan terhadap ruas jalan dan talud yang rusak di kecamatan Leitisel menjadi prioritas, mengingat tingginya risiko yang dihadapi masyarakat setiap kali musim hujan tiba.