Ambon, Pena-Rakyat.com – HMI dan PMII cabang ambon desak gubernur Maluku untuk black list PT dan CV milik kontraktor Hi. Mansur Banda yang selalu menjadi sorotan publik akan sarat dugaan korupsi.
Secara kelembagaan menilai jika gubernur Maluku Hendrik Lewerissa tulus dalam membangun infrastruktur di daerah maka harus betul-betul percayakan pada pihak perusahaan dan kontraktor yang tidak memilik rekam jejak buruk di publik.
Ini bukanlah tudingan atas ketidak sukaan maupun tunggangan dari pada orang lain, tapi ini demi kepentingan publik dan kemajuan daerah, yang harus bersih dari indikasi korupsi maupun pembangunan yang menjadi infrastruktur penting bagi masyarakat maupun daerah.
Kontraktor Hi. Mansur Banda dalam setiap pengerjaan proyek selalu menjadi sasaran utama akan penglihatan publik dalam meminta Aparat Penegak Hukum telusuri penyelidikan, namun selalu mangkir dan diam tempat tanpa tranparansi penanganan.
Beliau merupakan kontraktor yang di gadang-gadang memiliki kedekatan dengan oknum Aparat Penegak Hukum kejaksaan tinggi maluku, bahkan di beritakan ada dugaan beliau turut memberikan suap kepada pihak Aparat Penegak Hukum melewati juru bayarnya Ridwan Banda.
Ini menjadi PR besar bagi Aparat Penegak Hukum khususnya kepolisian untuk segera panggil dan periksa kontraktor Hi. Mansur Banda guna mendapatkan kembali kepercayaan publik.
Gubernur Maluku harus bertindak tegas, pasalnya Kontraktor Hi. Mansur Banda ini juga di sebut merupakan anak emas Mantan gubernur maluku Murad ismail.








