Ambon, Pena-Rakyat.com – Pemerintah Kota Ambon mendorong kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Ambon masa bakti 2026-2030 untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan profesionalisme organisasi, serta melahirkan prestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
Hal tersebut disampaikan Asisten I Pemerintah Kota Ambon Edwin Pattikawa, saat membacakan sambutan Walikota Ambon dalam acara pelantikan pengurus dan rapat kerja IPSI Kota Ambon masa bakti 2026-2030 yang berlangsung, Sabtu (11/07/2026).
Dalam sambutannya, Pattikawa menyampaikan apresiasi kepada Ketua IPSI Provinsi Maluku, jajaran pengurus IPSI Maluku, KONI Kota Ambon, para ketua perguruan pencak silat, pelatih, atlet, wasit, juri, serta seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan olahraga pencak silat di Kota Ambon.
Ia mengatakan, pencak silat bukan hanya sekadar cabang olahraga, tetapi merupakan warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia dan memiliki nilai penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Pencak silat adalah warisan budaya bangsa yang harus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan. Di Kota Ambon, pencak silat memiliki ruang strategis dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berkarakter, menghormati sesama, menjunjung sportivitas, serta memiliki semangat persatuan,” ujarnya.
Menurutnya, kepengurusan IPSI Kota Ambon yang baru dilantik harus mampu menjalankan organisasi dengan mengedepankan visi maju, profesional, dan berprestasi.
Ia menjelaskan, makna maju berarti IPSI Kota Ambon harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, terbuka terhadap perubahan, melakukan inovasi, serta memperluas pembinaan hingga ke sekolah, perguruan tinggi, dan lingkungan masyarakat.
Sementara profesional, kata dia, berarti organisasi harus dikelola secara baik, transparan, disiplin, serta mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun perguruan.
“Berprestasi artinya setiap program yang dijalankan harus bermuara pada lahirnya atlet-atlet pencak silat yang tangguh dan mampu mengharumkan nama Kota Ambon di tingkat provinsi, nasional bahkan dunia,” katanya.
Pattikawa juga mengingatkan bahwa pencapaian atlet pencak silat Maluku yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi motivasi bagi IPSI Kota Ambon untuk terus meningkatkan prestasi.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemicu bagi pengurus baru agar lebih serius dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh keluarga besar IPSI Kota Ambon menjadikan semangat hidup orang basudara sebagai kekuatan utama dalam membangun organisasi.
“Keberagaman perguruan pencak silat harus menjadi kekuatan, bukan menjadi sekat. Mari saling menguatkan, saling menghargai, dan bersama-sama membangun IPSI Kota Ambon,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan rapat kerja, Pattikawa menilai forum tersebut memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan organisasi selama empat tahun ke depan.
Ia berharap seluruh peserta dapat memberikan gagasan, kritik, serta masukan konstruktif untuk menghasilkan program kerja yang realistis, efektif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan pembinaan pencak silat di Kota Ambon.
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, lanjutnya, yakni pembinaan atlet usia dini, peningkatan kompetensi pelatih, wasit dan juri, penyelenggaraan kejuaraan, digitalisasi organisasi maupun kejuaraan, serta memperluas kerja sama dengan pemerintah, dunia pendidikan dan sektor swasta.
Pemerintah Kota Ambon, kata Pattikawa, tidak dapat berjalan sendiri dalam mendukung perkembangan IPSI. Karena itu dibutuhkan sinergi dari IPSI Provinsi Maluku, KONI, dinas terkait, TNI-Polri, perguruan pencak silat, atlet, pelatih, insan media, dan seluruh masyarakat.
“Dengan kerja sama yang kuat, saya yakin IPSI Kota Ambon akan menjadi organisasi yang semakin kuat, dipercaya, dan semakin berprestasi,” tandasnya.
Ia berharap kepengurusan IPSI Kota Ambon yang baru dapat bekerja dengan keikhlasan, profesionalisme, persaudaraan, dan semangat prestasi demi menjadikan Kota Ambon sebagai salah satu kekuatan baru pencak silat di Maluku maupun Indonesia.
“Mari kita bekerja lebih keras, bekerja lebih cerdas, dan bekerja dengan hati,” tutup Pattikawa.










