Jakarta, Pena-Rakyat.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah memberikan layanan pendidikan gratis mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Hal tersebut disampaikan Mu’ti seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/09/2026).
“Dalam rapat terbatas, Pak Presiden memberikan penekanan komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Dan ini (pendidikan gratis) juga dimulai dari taman kanak-kanak. Itu yang perlu kami tekankan,” ujar Mu’ti dalam keterangannya, Kamis (24/09/2026).
Menurutnya, penguatan program pendidikan gratis juga berkaitan dengan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Mulai tahun ini, kata Mu’ti, seluruh murid di jenjang sekolah dasar dan TK mendapatkan dukungan melalui dana BOS. Sementara, PIP diberikan kepada murid yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Dana BOS itu peruntukannya bisa untuk biaya operasional, untuk gaji guru non-ASN, dan untuk perbaikan ringan, serta untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler,” jelasnya.
Mu’ti menambahkan, untuk sekolah negeri, guru berstatus PNS digaji oleh pemerintah pusat. Selanjutnya, guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga akan digaji oleh pemerintah pusat pada waktunya.
Sementara itu, guru non-ASN yang mengajar di sekolah negeri dapat memperoleh gaji melalui dana BOS. Menurut Mu’ti, sebanyak 20 persen dari dana BOS dapat dialokasikan untuk operasional dan pembayaran gaji guru non-ASN di sekolah negeri.
“Dan guru non-ASN yang mengajar di negeri dapat dibayar dari dana BOS, yang persentasenya 20 persen dari dana BOS bisa untuk operasional gaji guru non-ASN di sekolah negeri,” tuturnya.
Selain memastikan akses pendidikan gratis, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru sebagai bagian dari penguatan pendidikan nasional.
Mu’ti mengatakan, Kemendikdasmen akan meningkatkan kualitas guru melalui berbagai program pelatihan. Pembiayaan program tersebut nantinya dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Inilah yang menjadi arahan beliau. Sehingga komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri adalah bagian dari komitmen semua anak Indonesia berhak mendapat pendidikan bermutu dalam rangka melaksanakan Asta Cita yang keempat Pak Presiden Prabowo Subianto,” tegas Mu’ti.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Pemerintah serius mewujudkan pendidikan gratis dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi negeri (PTN).
Sejumlah menteri terkait dipanggil ke Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/9/2026), untuk membahas skema dan tahapan pelaksanaannya.
Mereka yang hadir di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Hadir pula Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara.









