Dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah Walikota Ambon ingatkan ASN jaga integritas

by -0 views

Ambon, Pena-Rakyat.com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan pentingnya integritas, akhlak mulia, dan semangat melayani bagi seluruh aparatur Pemerintah Kota Ambon. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Majelis Taklim Al-Madinah Pemerintah Kota Ambon di Gedung Islamic Center, Rabu (30/09/2026).

Bodewin mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial tahunan untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Menurutnya, Maulid harus menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid merupakan momentum untuk kembali melihat dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Bodewin.

Ia menyebut Rasulullah SAW telah memberikan keteladanan dalam membangun pribadi yang jujur, amanah, cerdas, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut, kata dia, sangat relevan diterapkan dalam kehidupan, khususnya bagi mereka yang mendapat amanah sebagai pemimpin dan aparatur pemerintahan.

Bodewin menekankan, aparatur pemerintah tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, kompetensi, dan kapasitas. Seluruhnya harus disertai integritas, akhlak mulia, serta karakter yang kuat agar amanah pelayanan kepada masyarakat dapat dijalankan dengan baik.

“Orang pintar tanpa akhlak yang baik cenderung merusak. Kita punya kompetensi, tetapi tidak punya kepedulian untuk melayani, juga percuma,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan ketulusan. Menurutnya, kemampuan, kompetensi, integritas, kepedulian, dan ketulusan dalam melayani merupakan satu kesatuan yang harus dimiliki setiap aparatur Pemerintah Kota Ambon.

Karena itu, Bodewin mengajak seluruh jajaran Pemkot Ambon menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas masing-masing. Nilai-nilai tersebut, katanya, tidak boleh hanya diingat ketika peringatan Maulid berlangsung, tetapi harus diwujudkan dalam pekerjaan dan kehidupan setiap hari.

“Jangan ingat pada saat perayaan begini saja. Ini mesti menjadi hal yang harus dilakukan setiap waktu,” ujarnya.

Bodewin berharap penerapan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat ikut menciptakan kehidupan masyarakat Kota Ambon yang aman, damai, toleran, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa pembangunan Kota Ambon membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kota Ambon, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Ia memberikan apresiasi kepada Majelis Taklim Al-Madinah yang dinilai konsisten melaksanakan kegiatan pengajian dan menghadirkan ceramah keagamaan. Kegiatan tersebut dinilai dapat membentuk pribadi dan kelompok masyarakat untuk terus melakukan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari.

Bodewin berharap Majelis Taklim Al-Madinah dapat menjadi contoh bagi aparatur pada organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya dalam membangun kehidupan pemerintahan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Mari jadikan momentum Maulid Nabi ini untuk mempererat persaudaraan dan memberikan yang terbaik bagi pribadi kita, keluarga, masyarakat, dan Kota Ambon yang kita cintai,” ajaknya.

Ia menambahkan, cita-cita menjadikan Ambon sebagai kota yang manis, inklusif, memiliki toleransi tinggi, dan berkelanjutan harus dimulai dari kualitas manusia yang menjalankan peran di dalamnya.

“Karena itu mari kita memiliki akhlak yang baik, integritas yang tinggi, dan semangat untuk melayani,” pungkas Bodewin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta, Ketua DPRD Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Maluku, Ketua LPTQ Kota Ambon atau yang mewakili, Ketua FKUB Kota Ambon, Ustaz Hussein Abdul Aziz Ardi, perwakilan LCMI, pimpinan Baznas Kota Ambon, serta seluruh anggota Majelis Taklim Al-Madinah Pemerintah.