Ambon, Pena-Rakyat.com – Pemerintah Kota Ambon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggalakkan gerakan penanaman pohon di sejumlah titik sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di Kota Ambon.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Ambon Frits R.M. Tatipikalawan, saat diwawancarai di Lapangan Merdeka Kota Ambon, Jumat (24/07/2026), mengatakan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, setiap langkah positif yang dilakukan demi kelestarian alam merupakan investasi penting bagi masa depan.
“Saya berpikir sesuatu yang baik yang dilakukan demi lingkungan adalah hal yang sangat menguntungkan bagi masa depan kita.
Karena itu, saat ini Pemerintah Kota Ambon bersama BPBD melaksanakan penanaman pohon sebagai salah satu langkah nyata untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari,” ujar Tatipikalawan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ketahanan lingkungan.
Di tengah meningkatnya perubahan iklim dan tingginya aktivitas manusia yang berdampak pada berkurangnya kawasan hijau, upaya penghijauan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Menurutnya, berbagai bentuk perambahan dan perubahan fungsi lahan telah mengurangi kemampuan lingkungan dalam menjalankan fungsi ekologisnya.
Akibatnya, masyarakat menjadi lebih rentan terhadap berbagai ancaman bencana, seperti banjir, tanah longsor, hingga dampak cuaca ekstrem.
“Ketika lingkungan terus mengalami perambahan dan perubahan akibat aktivitas manusia, maka manfaat lingkungan bagi masyarakat juga semakin berkurang.
Karena itu, kami melakukan penanaman pohon sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus mengembalikan fungsi lingkungan agar tetap mampu melindungi masyarakat,” jelasnya.
Tatipikalawan menuturkan bahwa Kota Ambon memiliki karakteristik wilayah berbukit dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi.
Kondisi geografis tersebut membuat pelestarian vegetasi menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi potensi terjadinya longsor maupun banjir akibat tingginya limpasan air hujan.
Ia menambahkan, keberadaan pohon memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, memperkuat struktur tanah agar tidak mudah longsor, menjaga ketersediaan air tanah, hingga membantu menyerap emisi karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Selain manfaat ekologis, gerakan penghijauan juga diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan menjaga alam tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
Menanam pohon adalah langkah sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kehidupan sekarang maupun generasi yang akan datang.
Lingkungan yang terjaga akan menciptakan kota yang lebih sehat, nyaman, dan aman dari ancaman bencana,” katanya.
BPBD Kota Ambon, lanjut Tatipikalawan, akan terus mendukung seluruh program Pemerintah Kota Ambon yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim.
“Kami tetap mendukung apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota Ambon untuk menjaga lingkungan agar tetap asri, lebih baik, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Harapan kami, melalui gerakan penanaman pohon ini Kota Ambon semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana, baik cuaca ekstrem, banjir maupun tanah longsor,” tutup Tatipikalawan.








