Ambon, Pena-Rakyat.com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena terus menegaskan komitmennya untuk membangun Kota Ambon yang inklusif dan toleran. Salah satu program prioritas yang menjadi dasar langkahnya adalah pemberdayaan organisasi kepemudaan (OKP) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai mitra strategis pemerintah kota.
Namun belakangan muncul tuduhan provokatif yang menuding kedekatan Walikota Ambon dengan sejumlah OKP Islam di Ambon sebagai bentuk kepentingan terselubung. Ketua PMII Kota Ambon menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan justru berpotensi memecah belah generasi muda.
Menurutnya, kedekatan Walikota Ambon tidak hanya dengan OKP Islam, tetapi dengan seluruh organisasi kepemudaan yang ada di kota ini. Hubungan tersebut lahir dari visi, misi, dan program prioritas Wali Kota untuk memberdayakan elemen kepemudaan dan LSM sebagai wujud konsistensi kolaborasi demi mewujudkan Ambon yang lebih toleran dan inklusif.
“Hubungan lembaga kepemudaan dengan Pak Bodewin adalah hubungan mitra kerja yang tidak bisa dipisahkan. Narasi provokatif yang dilontarkan oknum tertentu hanya ingin merusak soliditas pemuda di Kota Ambon,”tegas Ketua PMII.
Ia menambahkan, perhelatan politik telah usai. Karena itu, seluruh pihak seharusnya fokus mengawal dan mendukung program-program Wali Kota demi kesejahteraan masyarakat Ambon, bukan justru menjadi penghambat.
Bodewin Wattimena sendiri bukan berlatar belakang organisasi kepemudaan. Ia adalah lulusan IPDN dengan rekam jejak panjang dalam birokrasi. Sebelum menjabat Wali Kota, ia menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan dengan reputasi profesional.
“Sebagai Walikota, Pak Bodewin berperan strategis untuk merangkul semua elemen kepemudaan demi membangun Kota Ambon. Narasi liar yang menyudutkan hanya akan merusak integritas kepemudaan di mata publik,”pungkasnya.
