Ambon, Pena-Rakyat.com – Upaya memperkuat identitas budaya Maluku sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus digencarkan.
Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas resmi melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Ambon melalui Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon Christian Tukloy, guna mematangkan rencana penyelenggaraan Festival Art and Culture for Maluku 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 dalam rangka memperingati Hari Nasional Kebudayaan (22/07/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan sebuah festival budaya yang tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga wadah pelestarian warisan budaya Maluku serta penguatan peran generasi muda sebagai penerus nilai-nilai adat dan budaya.
Salah satu agenda utama festival adalah Teater Kolosal Budaya Maluku, yang akan melibatkan ratusan generasi muda untuk menampilkan kekayaan sejarah, adat istiadat, musik tradisional, tarian daerah, hingga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Maluku.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon Christian Tukloy, menegaskan Pemerintah Kota Ambon menyambut baik inisiatif tersebut dan siap memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki.
Menurutnya, Festival Art and Culture for Maluku memiliki potensi besar menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat citra Ambon sebagai Kota Musik Dunia (UNESCO Creative City of Music), sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Maluku ke tingkat nasional maupun internasional.
“Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata, membuka peluang bagi pelaku UMKM, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas Jefri Tuwul, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung rencana penyelenggaraan festival tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon yang telah membuka ruang kolaborasi bagi terlaksananya Festival Art and Culture for Maluku 2026.
Kami berharap festival ini menjadi momentum membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Maluku sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah,” kata Jefri.
Ia menjelaskan, festival ini tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan budaya di Kota Ambon, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mencetak generasi muda Maluku sebagai duta budaya yang mampu mempromosikan kekayaan budaya daerah di tingkat internasional.
Sebagai tindak lanjut, Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas akan menyiapkan program pelatihan dan pembinaan bagi para peserta Teater Kolosal Budaya Maluku.
Materi yang diberikan meliputi seni pertunjukan, sejarah budaya, kepemimpinan, kedisiplinan, hingga pembentukan karakter, sehingga peserta tidak hanya menjadi penampil di atas panggung, tetapi juga menjadi agen pelestarian budaya.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Ambon, komunitas seni, dunia pendidikan, pelaku UMKM, dan masyarakat, Festival Art and Culture for Maluku 2026 diharapkan berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang mampu memperkuat identitas Maluku, meningkatkan daya tarik pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta mengangkat nama Maluku di panggung nasional dan internasional.
