Ambon, Pena-Rakyat.com – Upaya memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman terus didorong melalui berbagai inovasi pembangunan di Kota Ambon.
Salah satunya melalui gagasan AKSA HARMONI (Akselerasi Pembauran Sosial dan Penguatan Persaudaraan Lintas SARA Menuju Ambon Rumah Basudara) yang digagas pada Rabu (04/11/2026) oleh Kaban Kesbangpol Kota Ambon Oldrin Parinussa.,S.E peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII.
Inovasi proyek perubahan tersebut hadir sebagai upaya memperkuat pembauran sosial dan membangun persaudaraan lintas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Kota Ambon.
Gagasan ini berangkat dari besarnya modal sosial masyarakat Maluku yang memiliki nilai historis dan kultural melalui kearifan lokal Pela Gandong dan Siwalima. Kedua nilai tersebut selama ini menjadi perekat persaudaraan masyarakat dalam membangun kehidupan yang damai, rukun, dan saling menghargai.
Namun, dinamika kehidupan masyarakat perkotaan menunjukkan bahwa penguatan hubungan sosial lintas SARA masih membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Oldrin menilai, menjaga perdamaian tidak cukup hanya dengan melakukan penanganan ketika konflik terjadi. Diperlukan langkah yang lebih progresif melalui pencegahan, pemetaan potensi konflik, deteksi dini, serta penguatan interaksi sosial antar kelompok masyarakat.
“Perdamaian tidak boleh hanya dimaknai sebagai keadaan ketika tidak terjadi konflik. Perdamaian harus dibangun melalui interaksi sosial yang sehat, rasa saling percaya, penghormatan terhadap perbedaan, dan kesadaran bahwa kita semua adalah orang basudara,” demikian pesan utama yang diusung melalui inovasi AKSA HARMONI.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, AKSA HARMONI dikembangkan melalui enam instrumen strategis yang saling terintegrasi.
Pertama, Peta Harmoni, yakni pengembangan basis data dan pemetaan potensi konflik sosial sebagai landasan perencanaan kebijakan serta pengambilan keputusan yang tepat sasaran.
Kedua, Pela Gandong Untuk Semua, yaitu revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal Pela Gandong sebagai kekuatan pemersatu masyarakat lintas SARA.
Ketiga, Ruang Basudara, berupa pengembangan ruang interaksi dan perjumpaan lintas komunitas untuk membangun komunikasi, solidaritas, toleransi, serta kepercayaan sosial.
Keempat, Duta Harmoni Pemuda Ambon, yakni pelibatan generasi muda sebagai agen perubahan sekaligus pelopor perdamaian di lingkungan masyarakat.
Kelima, Harmony Early Warning System, yaitu penguatan sistem deteksi dini terhadap potensi konflik sosial melalui pendekatan berbasis data, informasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Keenam, Duta Damai Maya, yakni gerakan membangun ruang digital yang sehat melalui edukasi dan pencegahan penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, serta provokasi bernuansa SARA.
Implementasi AKSA HARMONI membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam menjaga stabilitas sosial, tetapi harus membangun kemitraan dengan aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, komunitas, akademisi, media, pelaku UMKM, serta seluruh pemangku kepentingan.
Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, diharapkan terbentuk ekosistem pembauran sosial yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman konflik, termasuk provokasi dan penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan.
Inovasi ini juga menempatkan generasi muda sebagai kekuatan strategis dalam menjaga keberlanjutan perdamaian. Pemuda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus tampil sebagai subjek dan pelaku utama dalam membangun budaya toleransi serta persaudaraan.
Dalam pelaksanaannya, proyek perubahan AKSA HARMONI diarahkan untuk mencapai sejumlah target strategis selama periode 2026–2029.
Target tersebut meliputi pembentukan Tim AKSA HARMONI, penyusunan Peta Harmoni, serta pembentukan 50 Duta Harmoni Pemuda Ambon.
Selain itu, program ini menargetkan terselenggaranya Ruang Basudara sebagai wadah interaksi lintas komunitas, pembangunan Harmony Early Warning System untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan konflik sosial, serta pembentukan Duta Damai Maya sebagai gerakan penguatan literasi digital.
Melalui inovasi AKSA HARMONI, Oldrin Parinussa mendorong agar nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kearifan lokal tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan demikian, cita-cita menjadikan Ambon sebagai Rumah Basudara diharapkan semakin kuat melalui pembauran sosial yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.”
