Jakarta, Pena-Rakyat.com – Sejarah baru tercatat di Tanah Suci! Danantara Indonesia, melalui PT Danantara Investment Management (DIM), merampungkan akuisisi aset perhotelan di Makkah, tidak jauh dari Masjidil Haram.
Asetnya mencakup hotel yang telah beroperasi dengan 1.461 kamar dan suite serta lahan seluas 4,4 hektare. Pihak pengembang kawasan menyebut transaksi ini sebagai momen bersejarah, karena Indonesia menjadi negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki properti di sana.
Seluruh prosesnya, mulai dari kesepakatan strategis pada Desember 2025 hingga peralihan hak kepemilikan, rampung hanya dalam 10 bulan.
Aset ini menjadi landasan pengembangan ekosistem bagi haji dan umrah, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya.
Lahannya akan dikembangkan secara bertahap bersama mitra lokal Al-Khomasiah, mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan fasilitas pendukung lainnya.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menilai platform ini juga membuka peluang untuk memperkenalkan budaya, pelayanan, dan kuliner Indonesia di panggung global.
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani pada 19 Oktober 2026 menyebut momentum ini sebagai awal kemitraan ekonomi yang lebih erat dengan Arab Saudi, termasuk menjajaki peluang di Madinah dan sektor strategis lainnya.








